Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
GAZA – Sebuah tragedi kemanusiaan yang mengejutkan mengguncang Jalur Gaza, di mana sejumlah besar warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel saat berdesakan untuk menerima bantuan kemanusiaan. Kunjungan bersejarah tim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Rumah Sakit Al-Shifa secara langsung menyaksikan dan melaporkan dampak tragis dari kejadian tersebut.
Dilansir oleh AFP dan Al Arabiya pada Sabtu, 2 April 2024, para staf PBB menjadi saksi pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Jalur Gaza bagian utara dalam seminggu terakhir. Dalam kunjungan yang berlangsung lebih dari dua jam, mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri puluhan warga Palestina yang menderita luka-luka serius, akibat aksi tembakan pasukan Israel ke lokasi penyaluran bantuan.
Kunjungan ini dilakukan setelah insiden tragis di mana pasukan Israel membuka tembakan ke arah kerumunan warga Palestina yang berdesakan untuk mendapatkan bantuan makanan dari konvoi truk yang tiba di Jalur Gaza. Laporan terbaru dari otoritas kesehatan Gaza mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 115 orang, sementara lebih dari 750 lainnya menderita luka-luka.
“Rumah Sakit Al-Shifa telah menerima lebih dari 700 orang yang terluka kemarin, dengan sekitar 200 di antaranya masih dalam perawatan intensif,” ungkap Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB, dalam pernyataannya. Tim PBB yang terdiri dari perwakilan Kantor Kemanusiaan PBB (OCHA), WHO, dan UNICEF turut menyaksikan lebih dari 70 jenazah korban tewas dalam tragedi tersebut.
Di tengah koridor rumah sakit yang ramai dengan tangisan dan jeritan kesakitan, tim PBB melaporkan adanya “sejumlah besar luka tembak” di antara para korban luka. Namun, masih menjadi tanda tanya apakah tim tersebut diperbolehkan untuk memeriksa jenazah korban tewas yang memenuhi ruang dingin rumah sakit.
Saksi mata yang berada di lokasi insiden menyampaikan kisah mengerikan tentang bagaimana pasukan Israel melepaskan tembakan saat kerumunan warga berdesakan untuk menerima bantuan kemanusiaan. Meskipun militer Israel berdalih bahwa banyak korban tewas terinjak-injak dalam gelombang kerumunan yang tak terkendali, namun pengakuan mereka sendiri menyatakan bahwa tembakan dilepas sebagai respons terhadap pergerakan massa yang dianggap sebagai “ancaman”.
Tragedi kemanusiaan ini tidak hanya menyoroti eskalasi konflik yang terus berlanjut di wilayah tersebut, tetapi juga membangkitkan seruan internasional untuk penegakan keadilan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia di tengah ketegangan yang terus memuncak di Jalur Gaza.
(AS)
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL