BREAKING NEWS
Sabtu, 23 Mei 2026

Kritik Pedas Susi Pudjiastuti untuk Hasan Nasbi soal Tanggapan Teror Kepala Babi: "Dia Harus Berhenti!"

Adelia Syafitri - Minggu, 23 Maret 2025 12:21 WIB
Kritik Pedas Susi Pudjiastuti untuk Hasan Nasbi soal Tanggapan Teror Kepala Babi: "Dia Harus Berhenti!"
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kesal dengan tanggapan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi soal teror kepala babi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Melalui akun media sosialnya, Susi menyuarakan protes keras terhadap sikap Hasan Nasbi yang dianggapnya meremehkan ancaman terhadap kebebasan pers.

"Ketidaktahuan!!! Dia harus berhenti mewakili pemerintah berbicara di depan umum," tulis Bu Susi di X (Twitter).

Tak hanya itu, Susi Pudjiastuti juga langsung mengirim pesan pribadi kepada Letkol Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, untuk menyampaikan permintaan agar Presiden Prabowo Subianto segera menindak Hasan Nasbi.

"Done," tulis Bu Susi singkat setelah menyampaikan pesannya.

Susi merasa bahwa pernyataan Hasan Nasbi menunjukkan ketidaktahuan dan ketidakpekaan terhadap pentingnya menjaga kebebasan pers di Indonesia.

Dalam pandangannya, respons Hasan malah memperburuk situasi dan merendahkan upaya para jurnalis dalam melakukan tugas investigasi.

Menanggapi reaksi publik yang semakin memanas, Hasan Nasbi kembali menjelaskan bahwa ucapannya tentang memasak kepala babi berawal dari respons media sosial Cica.

Ia juga menyatakan bahwa tindakannya mengutip reaksi Cica sama sekali tidak dimaksudkan untuk merendahkan profesi jurnalis.

"Saya mengutip dari X-nya Francisca, saya hanya ingin menunjukkan bagaimana cara dia merespons teror itu. Saya tidak merendahkan pers," ujar Hasan.

Namun, meskipun Hasan mencoba membela pernyataannya, banyak pihak tetap menganggap bahwa ucapannya tidak layak dikeluarkan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga kehormatan dan keteladanan.

Kasus kiriman kepala babi ini semakin memperjelas tantangan kebebasan pers di Indonesia, di mana jurnalis sering kali menghadapi intimidasi dan ancaman terkait pemberitaan yang mereka keluarkan.

(tb/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru