Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA -Reaksi keras datang dari Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait pernyataan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang menanggapi kiriman teror berupa kepala babi ke kantor Tempo.
Kiriman tersebut ditujukan kepada wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana, yang juga dikenal sebagai host program 'Bocor Alus'.
Pada Kamis, 19 Maret 2025, kantor Tempo di Jakarta menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga, yang diduga sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers.
Fransisca, yang dikenal dengan nama panggilan Cica, adalah anggota tim investigasi yang mengungkap berbagai isu politik.
Kiriman kepala babi ini disinyalir terkait dengan pemberitaan investigasi yang diterbitkan Tempo baru-baru ini.
Namun, pernyataan Hasan Nasbi yang menanggapi hal tersebut justru menuai kecaman.
Dalam komentar yang disampaikan kepada media, Hasan mengatakan bahwa kiriman kepala babi tersebut tidak perlu dianggap serius, bahkan menganggapnya hanya sebagai bahan masakan.
"Udah dimasak aja, kalau kepala babi, dimasak aja," ujarnya.
Menurut Hasan, Cica seharusnya tidak merasa terancam karena di media sosialnya, Cica bahkan menyatakan ingin menerima daging babi.
"Saya lihat dari media sosialnya, Francisca justru minta dikirim daging babi. Artinya dia gak terancam kan?" lanjutnya.
Pernyataan ini memicu kemarahan banyak pihak, termasuk Susi Pudjiastuti.
Melalui akun media sosialnya, Susi menyuarakan protes keras terhadap sikap Hasan Nasbi yang dianggapnya meremehkan ancaman terhadap kebebasan pers.
"Ketidaktahuan!!! Dia harus berhenti mewakili pemerintah berbicara di depan umum," tulis Bu Susi di X (Twitter).
Tak hanya itu, Susi Pudjiastuti juga langsung mengirim pesan pribadi kepada Letkol Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, untuk menyampaikan permintaan agar Presiden Prabowo Subianto segera menindak Hasan Nasbi.
"Done," tulis Bu Susi singkat setelah menyampaikan pesannya.
Susi merasa bahwa pernyataan Hasan Nasbi menunjukkan ketidaktahuan dan ketidakpekaan terhadap pentingnya menjaga kebebasan pers di Indonesia.
Dalam pandangannya, respons Hasan malah memperburuk situasi dan merendahkan upaya para jurnalis dalam melakukan tugas investigasi.
Menanggapi reaksi publik yang semakin memanas, Hasan Nasbi kembali menjelaskan bahwa ucapannya tentang memasak kepala babi berawal dari respons media sosial Cica.
Ia juga menyatakan bahwa tindakannya mengutip reaksi Cica sama sekali tidak dimaksudkan untuk merendahkan profesi jurnalis.
"Saya mengutip dari X-nya Francisca, saya hanya ingin menunjukkan bagaimana cara dia merespons teror itu. Saya tidak merendahkan pers," ujar Hasan.
Namun, meskipun Hasan mencoba membela pernyataannya, banyak pihak tetap menganggap bahwa ucapannya tidak layak dikeluarkan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga kehormatan dan keteladanan.
Kasus kiriman kepala babi ini semakin memperjelas tantangan kebebasan pers di Indonesia, di mana jurnalis sering kali menghadapi intimidasi dan ancaman terkait pemberitaan yang mereka keluarkan.
(tb/a)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA