Usut Tuntas Korupsi MBG, Kejagung Periksa 16 Saksi dari Puluhan Perusahaan
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Sejumlah massa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis sore (27/3/2025).
Mereka menolak tegas pengesahan RUU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru saja disahkan menjadi undang-undang.
Para demonstran memajang berbagai spanduk dan selebaran berisi pesan penolakan terhadap RUU tersebut.
Beberapa spanduk bertuliskan kritik tajam, seperti "Yang Pensiun Aja Rakus, Gimana Yang Aktif!" dan "Selain Sipil, Dilarang Masuk!", serta "Kembalikan TNI ke Barak" dan "Ranah Khusus Sipil, Kembalikan Militer ke Barak".
Demonstrasi yang berlangsung dengan semangat tinggi ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi-puisi perjuangan yang disampaikan secara emosional.
Selain itu, orasi-orasi yang membakar semangat massa juga terus menggema di sekitar area aksi.
Massa aksi menuntut agar DPR RI segera meninjau kembali pengesahan RUU TNI, dengan alasan bahwa pengesahan tersebut berpotensi merusak prinsip dasar negara yang berlandaskan pada pembagian peran antara militer dan sipil.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga ruang sipil dari pengaruh militer yang berlebihan.
Hingga saat ini, aksi tersebut menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, depan gedung DPR/MPR RI. Kendaraan-kendaraan dialihkan sementara menuju jalur TransJakarta.
Sementara itu, pada 20 Maret 2025, DPR RI secara resmi mengesahkan RUU TNI menjadi undang-undang dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta Menteri Sekretaris Negara.
Kendati demikian, aksi massa ini menggambarkan besarnya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pengesahan tersebut, yang hingga kini terus bergulir dalam berbagai wacana publik.
(dc/n14)
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyebut perburuan pengusaha minyak ters
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75 memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khu
EKONOMI
JAKARTA Konten kreator Bigmo alias Muhammad Jannah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026), terkait dugaan eksploitas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Penguata
EKONOMI
JAKARTA Sebanyak 1.147 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disiapkan untuk mengamankan rangkaian peringatan HUT ke81 Kemerd
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan kondisi keamanan nasional menjelang peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI dalam keadaan mantap dan terkendali.
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Lembaga Kemasyarak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gr
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Destry Damayanti menjadi satusatunya nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) unt
EKONOMI