MEDAN -Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo di depan Kantor Walikota Medan pada Selasa (15/4/2025), menuntut agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan dicopot dari jabatannya.
Aksi ini dipicu oleh dugaan nepotisme dan penyalahgunaan dana publik yang melibatkan Sekda, saat ia menjabat sebagai PJ Bupati Deli Serdang.
Dalam orasinya, Ketua BEM SI, Nanda, menyebutkan bahwa Sekda diduga terlibat dalam praktik nepotisme terkait pengadaan ganset yang tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak, namun tetap dipaksakan untuk dibayar oleh Pemkab Deli Serdang.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa inisial OIS (ipar Sekda) juga terlibat dalam penyalahgunaan dana publik untuk kepentingan pribadi.
Nanda mengungkapkan, "Kami meminta Walikota Medan untuk segera mencopot Sekda, mengusut tuntas dugaan korupsi dan kolusi yang melibatkan pejabat daerah dan keluarga terdekatnya. Kami mendukung Walikota Medan untuk membersihkan birokrasi dari oknum-oknum yang mencederai nilai-nilai pelayanan publik yang bersih."
Aksi ini mendapat tanggapan dari Asisten Administrasi Umum Pemkot Medan, Ferry Ihsan, yang mengatakan bahwa pihaknya menghargai aspirasi masyarakat. "Semua warga berhak menyampaikan aspirasi mereka, dan kami sebagai pemerintah Kota Medan akan mendengarkan serta memperhatikannya," ujar Ferry di lokasi aksi demo.
Ia juga mengingatkan agar aksi dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis, mengingat pentingnya menjaga keharmonisan dalam menyampaikan aspirasi.
Demo ini menjadi sorotan publik, mengingat besarnya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemerintahan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pejabat publik.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini dan menegakkan hukum dengan transparan. Demo ini menambah panjang daftar aksi mahasiswa yang mendesak agar penegakan hukum di Indonesia berjalan dengan adil dan transparan.*
Editor
:
BEM SI Demo di Depan Kantor Walikota Medan, Desak Pencopotan Sekda Terkait Dugaan Nepotisme dan Korupsi