Bersama dengan keracunan massal ini, protes terhadap pemerintah Indonesia semakin meluas. Masyarakat mengkritik program MBG yang meskipun mendapat dukungan anggaran besar, namun tidak berhasil menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi siswa-siswa yang menjadi penerima manfaat.
Di tengah protes ini, Presiden Indonesia berusaha mencari dukungan dari sektor swasta dan bahkan menerima dana dari China untuk mendukung keberlanjutan program ini.
Namun, sejumlah pihak mulai meragukan efektivitas dan urgensi pelaksanaan program tersebut, terlebih setelah kasus keracunan yang semakin banyak terjadi.*