Mulai 1 Agustus 2026, Wings Air Buka Rute Baru Kualanamu–Mandailing Natal!
MANDAILING NATAL Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menyatakan siap
PARIWISATA
JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan dibentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Gibran menyampaikan bahwa pesantren merupakan kekuatan besar yang berakar di tengah masyarakat Indonesia.
Gibran menyebutkan bahwa saat berbicara mengenai pesantren, kita berbicara tentang potensi besar yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan sosial dan ekonomi.Baca Juga:
Dengan lebih dari 42.000 pondok pesantren dan lebih dari 11 juta santri di Indonesia, pesantren menjadi bagian dari tradisi dan semangat perjuangan yang terus tumbuh.
"Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan," ujar Gibran yang disiarkan melalui YouTube GibranTV pada Sabtu (21/2/2026), seraya menekankan bahwa pesantren telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa, ulama-ulama besar, pejuang kemerdekaan, hingga para pengusaha sukses yang turut menggerakkan ekonomi lokal.
Gibran juga memaparkan peran pesantren dalam dunia ekonomi.
Selain menanamkan ilmu agama dan akhlak kepada santri, pesantren turut berperan dalam sektor-sektor ekonomi seperti pertanian, peternakan, konveksi, dan industri halal.
Ia mencontohkan unit usaha Jitu Printing dari Ponpes Edi Mancoro di Semarang yang mampu menembus pasar internasional dengan produk digital printing berkualitas tinggi.
"Pesantren memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, seperti yang ditunjukkan oleh Jitu Printing. Ini adalah bukti bahwa pesantren dapat beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman," ujar Gibran.
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Gibran mengatakan bahwa pemerintah berupaya agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga pusat inovasi teknologi.
Pemerintah ingin para santri menguasai teknologi terkini seperti pertanian modern, peternakan, robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan (AI).
"Para santri harus mampu menjadi pencipta peluang, pelopor inovasi, dan bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri mereka," kata Gibran, menegaskan bahwa pesantren harus menjadi pusat inovasi dan transformasi sosial-ekonomi.
MANDAILING NATAL Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menyatakan siap
PARIWISATA
JAKARTA Perbedaan pandangan di internal tim hukum Roy Suryo kembali menjadi perhatian setelah putusan praperadilan terkait perkara dugaa
HUKUM DAN KRIMINAL
LOS ANGELES Laga seru akan tersaji pada babak perempat final Piala Dunia 2026 saat Timnas Spanyol menghadapi Belgia. Pertandingan yang m
OLAHRAGA
DILI Presiden ke5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Timor Leste, Kay Ral
NASIONAL
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan Ahmad Dedi alias Dedi Congor menerima uang sebesar R
HUKUM DAN KRIMINAL
LOMBOK BARAT Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat keamanan ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergiz
NASIONAL
JAKARTA Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah me
SOSOK
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong seluruh pengelola media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama jajaran Kementerian Koperasi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi
EKONOMI
SUKABUMI Ekspedisi Cicatih Elpala memasuki etape ketiga dengan menyusuri aliran Sungai Cicatih di kawasan Leuwi Lalay, Sukabumi, Jawa Ba
NASIONAL