Prabowo Silahkan TNI-Polri Awasi Dapur MBG: Jangan Ngerjain, Jangan Minta Setoran!
LOMBOK BARAT Presiden Prabowo Subianto mempersilakan aparat TNI dan Polri melakukan pemeriksaan terhadap dapur Program Makan Bergizi Gra
NASIONAL
JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan dibentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Gibran menyampaikan bahwa pesantren merupakan kekuatan besar yang berakar di tengah masyarakat Indonesia.
Gibran menyebutkan bahwa saat berbicara mengenai pesantren, kita berbicara tentang potensi besar yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan sosial dan ekonomi.Baca Juga:
Dengan lebih dari 42.000 pondok pesantren dan lebih dari 11 juta santri di Indonesia, pesantren menjadi bagian dari tradisi dan semangat perjuangan yang terus tumbuh.
"Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan," ujar Gibran yang disiarkan melalui YouTube GibranTV pada Sabtu (21/2/2026), seraya menekankan bahwa pesantren telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa, ulama-ulama besar, pejuang kemerdekaan, hingga para pengusaha sukses yang turut menggerakkan ekonomi lokal.
Gibran juga memaparkan peran pesantren dalam dunia ekonomi.
Selain menanamkan ilmu agama dan akhlak kepada santri, pesantren turut berperan dalam sektor-sektor ekonomi seperti pertanian, peternakan, konveksi, dan industri halal.
Ia mencontohkan unit usaha Jitu Printing dari Ponpes Edi Mancoro di Semarang yang mampu menembus pasar internasional dengan produk digital printing berkualitas tinggi.
"Pesantren memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, seperti yang ditunjukkan oleh Jitu Printing. Ini adalah bukti bahwa pesantren dapat beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman," ujar Gibran.
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Gibran mengatakan bahwa pemerintah berupaya agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga pusat inovasi teknologi.
Pemerintah ingin para santri menguasai teknologi terkini seperti pertanian modern, peternakan, robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan (AI).
"Para santri harus mampu menjadi pencipta peluang, pelopor inovasi, dan bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang selama ini melekat pada diri mereka," kata Gibran, menegaskan bahwa pesantren harus menjadi pusat inovasi dan transformasi sosial-ekonomi.
LOMBOK BARAT Presiden Prabowo Subianto mempersilakan aparat TNI dan Polri melakukan pemeriksaan terhadap dapur Program Makan Bergizi Gra
NASIONAL
JAKARTA Investasi masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi
EKONOMI
JAKARTA Ruang penyimpanan WhatsApp yang cepat penuh masih menjadi persoalan yang sering dialami banyak pengguna. Aplikasi perpesanan ini
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat mengungkap adanya kodekode yang digunakan dalam dugaan a
HUKUM DAN KRIMINAL
LOMBOK BARAT Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pejabat negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri hingga Kejaksaan, untuk melakukan
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi dan merawat keberagaman sebagai modal sosia
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menerima bantuan 25 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya (solar cell) dari Ke
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut menghadirkan layanan SI MiKE SU (Si
PEMERINTAHAN
MEDAN Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menyebut pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah
KESEHATAN
MANDAILING NATAL Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menyatakan siap
PARIWISATA