Kemarau Panjang Hantam Tanjab Timur, Warga Perdalam Sumur demi Bertahan Dapatkan Air Bersih
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
Semarang, Jawa Tengah – Sebanyak 14 mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Semarang, Jawa Tengah, hingga kini masih ditahan di Polrestabes Semarang pada Jumat (2/5/2025).
Penahanan tersebut menyusul terjadinya kericuhan dalam aksi yang digelar pada Kamis (1/5/2025) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Dhika, pendamping hukum para demonstran, mengonfirmasi bahwa penahanan terhadap para mahasiswa masih berlangsung. "Belum (belum dibebaskan), ini mau dimulai pemeriksaan lanjutan," ujar Dhika saat dihubungi.
Aksi demonstrasi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB diikuti oleh serikat buruh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang menggelar orasi di Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernur Jawa Tengah.
Sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga bergabung dan melanjutkan orasi hingga pukul 16.00 WIB. Beberapa perwakilan serikat buruh kemudian melakukan audiensi untuk menyampaikan sembilan tuntutan kepada Gubernur Ahmad Luthfi.
Namun, sekitar pukul 17.15 WIB, situasi semakin memanas dan berujung kericuhan antara para demonstran dan aparat keamanan.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, yang menyebabkan para demonstran berhamburan mencari tempat aman.
Tindakan aparat kepolisian tersebut menuai kritik karena dianggap brutal dan represif.
Menurut Dhika, lima dari 18 orang yang ditangkap dalam aksi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Roemani akibat luka-luka yang diderita selama aksi. "Mahasiswa yang mengalami luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Roemani untuk mendapatkan perawatan medis," ujarnya.
Setelah penembakan gas air mata, beberapa demonstran yang mengenakan pakaian hitam ditangkap dan dibawa dengan truk pengangkut pasukan.
Aksi pun berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah pihak kepolisian melakukan penyisiran di ruas Jalan Pahlawan hingga Universitas Diponegoro (Undip), yang membuat massa akhirnya membubarkan diri.
Hingga saat ini, upaya pemeriksaan terhadap para mahasiswa yang ditahan masih berlangsung, dengan proses hukum yang terus diikuti oleh pendamping hukum mereka.*
TANJAB TIMUR Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di K
PERISTIWA
ACEH BESAR Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam sektor pertanian,
PERISTIWA
SURAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan, kesejahteraan,
NASIONAL
PAPUA Prajurit TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil. Di tengah medan pegunungan y
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamatan Ombudsman meminta proses pengisian kekosongan Anggota Ombudsman Republik Indonesia tidak sek
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA