8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
Semarang, Jawa Tengah – Sebanyak 14 mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Semarang, Jawa Tengah, hingga kini masih ditahan di Polrestabes Semarang pada Jumat (2/5/2025).
Penahanan tersebut menyusul terjadinya kericuhan dalam aksi yang digelar pada Kamis (1/5/2025) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Dhika, pendamping hukum para demonstran, mengonfirmasi bahwa penahanan terhadap para mahasiswa masih berlangsung. "Belum (belum dibebaskan), ini mau dimulai pemeriksaan lanjutan," ujar Dhika saat dihubungi.
Aksi demonstrasi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB diikuti oleh serikat buruh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang menggelar orasi di Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernur Jawa Tengah.
Sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga bergabung dan melanjutkan orasi hingga pukul 16.00 WIB. Beberapa perwakilan serikat buruh kemudian melakukan audiensi untuk menyampaikan sembilan tuntutan kepada Gubernur Ahmad Luthfi.
Namun, sekitar pukul 17.15 WIB, situasi semakin memanas dan berujung kericuhan antara para demonstran dan aparat keamanan.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, yang menyebabkan para demonstran berhamburan mencari tempat aman.
Tindakan aparat kepolisian tersebut menuai kritik karena dianggap brutal dan represif.
Menurut Dhika, lima dari 18 orang yang ditangkap dalam aksi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Roemani akibat luka-luka yang diderita selama aksi. "Mahasiswa yang mengalami luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Roemani untuk mendapatkan perawatan medis," ujarnya.
Setelah penembakan gas air mata, beberapa demonstran yang mengenakan pakaian hitam ditangkap dan dibawa dengan truk pengangkut pasukan.
Aksi pun berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah pihak kepolisian melakukan penyisiran di ruas Jalan Pahlawan hingga Universitas Diponegoro (Undip), yang membuat massa akhirnya membubarkan diri.
Hingga saat ini, upaya pemeriksaan terhadap para mahasiswa yang ditahan masih berlangsung, dengan proses hukum yang terus diikuti oleh pendamping hukum mereka.*
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA Layanan media sosial milik Meta, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dilaporkan mengalami gangguan pada Jumat malam (12/6/202
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adany
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Ju
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan mencukupi untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perj
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B. M. Dabukke, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara un
EKONOMI
JAKARTA Layanan media sosial Facebook dan Messenger dilaporkan mengalami gangguan massal di berbagai negara pada Jumat, 12 Juni 2026. Gang
SAINS DAN TEKNOLOGI
BALI Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melepas masa lajang setelah melangsungkan akad nikah dengan selebritas Jennifer Coppen, J
ENTERTAINMENT
JAKARTA Polda Metro Jaya menjelaskan alasan tidak diperbolehkannya massa mahasiswa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta P
PERISTIWA