Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAWA TENGAH -Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah (Jateng) merilis prediksi wilayah yang akan memasuki musim kemarau pada dasarian II (11-20 Juni 2025).
Analis BMKG Jateng, Zauyik, menyampaikan bahwa musim kemarau di Jateng tahun ini diperkirakan tidak terlalu kering dan cenderung sedikit lebih basah dari normal.
"Prediksi suhu air laut di Indonesia dan sekitar Pulau Jawa hangat, sehingga musim kemarau tidak terlalu ekstrem," jelas Zauyik kepada Kompas.com, Selasa (27/5/2025).
Wilayah Jateng yang Masuk Musim Kemarau Pertengahan Juni 2025
BMKG Jateng memprediksi sebagian wilayah Jawa Tengah akan mengalami musim kemarau mulai pertengahan Juni. Daerah-daerah tersebut antara lain:
Sebagian Banyumas
Sebagian Cilacap
Sebagian Kebumen
Sebagian Purworejo
Sebagian Wonosobo
Sebagian Purbalingga
Sebagian Banjarnegara
Sebagian Batang
Sebagian Temanggung
Sebagian kecil Magelang
Sebagian Kota dan Kabupaten Semarang
Sebagian kecil Salatiga
Sebagian Kendal
Sebagian kecil Grobogan, Karanganyar, dan Wonogiri
Curah hujan diprediksi umumnya rendah (0-50 mm/dasarian) dengan beberapa wilayah tengah yang masuk kategori menengah (51-100 mm/dasarian).
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan instansi terkait sejak dini. Beberapa imbauan utama meliputi:
Penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan
Optimalisasi pengelolaan air, terutama di wilayah dengan curah hujan di bawah normal
Kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di daerah rawan
Antisipasi memburuknya kualitas udara di kota besar akibat cuaca panas dan polusi
Penghematan dan pengelolaan pasokan air untuk PLTA, irigasi, dan kebutuhan air masyarakat
Pemanfaatan sumber air alternatif dan sistem distribusi air yang efektif
Dwikorita menegaskan bahwa musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang di beberapa daerah memerlukan langkah antisipasi agar dampak negatif dapat diminimalisasi.*
(km/j006)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.