BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Aksi Memanas di Depan DPR! Ngotot Bertahan Lewat Magrib, Massa Warga Pati dan Ojol Didesak Bubar

Johan - Rabu, 26 Agustus 2026 19:36 WIB
Aksi Memanas di Depan DPR! Ngotot Bertahan Lewat Magrib, Massa Warga Pati dan Ojol Didesak Bubar
Massa aksi demonstrasi 27 Agustus dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan ojek online dibubarkan secara paksa oleh kepolisian, Rabu (27/8/2026) malam. (Foto: KOMPAS/Ridho Danu Prasetyo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Polisi membubarkan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan pengemudi ojek online (ojol) yang bertahan di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, hingga malam. Pembubaran dilakukan setelah batas waktu penyampaian pendapat yang ditetapkan hingga pukul 18.00 WIB terlewati.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo memimpin pembubaran massa dengan mengerahkan personel kepolisian dan Satpol PP di depan gerbang utama Gedung DPR RI.

Polisi mulai meminta massa membubarkan diri sekitar pukul 18.35 WIB. Dhimas menyampaikan imbauan melalui pengeras suara.

Baca Juga:

"Sesuai peraturan perundang-undangan, batas waktu penyampaian pendapat yang diperbolehkan adalah sampai pukul 18.00 WIB. Saat ini sudah pukul 18.35 WIB, kami minta massa aksi membubarkan diri," kata Dhimas.

Setelah imbauan disampaikan, barisan personel kepolisian yang mengenakan seragam lengkap, helm dan rompi mulai bergerak maju perlahan ke arah massa.

Pada saat bersamaan, sejumlah polisi berpakaian sipil turut maju dan mencopot beberapa spanduk milik massa yang terpasang di gerbang utama Gedung DPR RI.

Tindakan tersebut memicu protes dari massa. Mereka keberatan spanduk yang dipasang di area gerbang dicopot oleh petugas.

"Kok dicopot? Itu punya kami, Pak. Itu dibeli pakai patungan uang rakyat!" teriak salah satu massa.

"Tahan, tahan, jangan dikasih maju, kita solid bertahan di sini," seru massa lainnya.

Massa yang didominasi warga Pati dan pengemudi ojol kemudian bergerak maju untuk menahan barisan polisi. Melihat situasi tersebut, Dhimas meminta personel berpakaian sipil mengidentifikasi massa yang dinilai memprovokasi atau menolak membubarkan diri.

"Personel tertutup, silakan maju identifikasi massa yang memprovokasi dan tidak mau membubarkan diri, identifikasi provokatornya!" perintah Dhimas.

"Satpol PP tarik motor yang tidak ada pemiliknya, bawa motornya ke belakang," sambungnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
'Begadang demi Mas Botok!' Ojol dan Kurir Online Rela Bermalam di Depan DPR Kawal Warga Pati
Rp80,9 Juta Sempat Tertahan, Rekening Koordinator AMPB Botok Akhirnya Dibuka Sehari Jelang Demo di DPR
Untuk Keempat Kalinya Sejak 2006, Revaldo Kembali Positif Narkoba Usai Sabu dan Xanax Ditemukan di Apartemennya
20 Tahun Bolak-balik Kasus Narkoba, Revaldo Kembali Diciduk Polisi karena Sabu
AMPB Pastikan Demo 27 Agustus di DPR Damai, Tuntut RUU Perampasan Aset
Aipda Jonni Rahmad, Polisi Pidie Jaya yang Konsisten Berbagi untuk Warga Kurang Mampu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru