Dari Gus Dur sampai Gus Yahya, Ini “Peta Jalan” Ketum PBNU Masa Depan
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
BANDA ACEH -Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Malik Musa, SH, M.Hum, menyampaikan apresiasi tinggi atas keputusan Presiden RI Prabowo Subianto yang mengembalikan empat pulau yang sempat menjadi polemik administratif ke wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Pernyataan tersebut disampaikan Malik kepada wartawan di Banda Aceh, menanggapi keputusan tegas Presiden yang membatalkan status empat pulau yang sebelumnya dipindahkan ke wilayah Sumatera Utara oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Kepmendagri.
"Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo yang telah mengambil keputusan tepat dan cepat. Keputusan Mendagri sebelumnya membuat masyarakat resah, tidak hanya di Aceh dan Sumut, tapi secara nasional," kata Malik.
Malik Musa juga menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Mendagri Tito Karnavian, mengingat kebijakan administratif yang sempat memindahkan keempat pulau tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan ketidakpastian di tengah masyarakat.
"Kita harap Presiden mengevaluasi kinerja Mendagri agar tak terjadi lagi kebijakan keliru yang meresahkan rakyat," tegas Malik.
Meski keputusan Presiden telah mengembalikan empat pulau ke Aceh Singkil, Malik mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai. Ia mendesak pemerintah daerah, baik Bupati Aceh Singkil maupun Gubernur Aceh, untuk segera mengambil langkah nyata dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi pulau-pulau tersebut.
"Pulau itu jangan dibiarkan seperti tak bertuan. Harus dikelola sebagai sumber PAD, entah itu jadi kawasan wisata atau keperluan lain," ucapnya.
Ia juga menyebutkan banyak pulau lain di sekitar Aceh yang terbengkalai dan tidak dikelola secara optimal, padahal memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi.
Malik Musa menutup pernyataannya dengan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang mempertahankan keempat pulau tersebut agar tetap menjadi bagian dari Aceh.
"Pulau-pulau ini hampir hilang. Kita minta Pemerintah Aceh segera bertindak untuk mengelolanya demi kemaslahatan rakyat," pungkasnya.*
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
ACEH Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembat
NASIONAL
PHNOM PENH Sebanyak 5.950 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja telah mendapatkan penghapusan denda overstay dari Pemerintah Kamboja.
NASIONAL
BUSAN Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 yang digelar d
PENDIDIKAN
JAKARTA Puasa Arafah yang dilaksanakan setiap 9 Zulhijah sehari sebelum Idul Adha dikenal memiliki keutamaan besar dalam Islam. Salah sa
AGAMA
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) agar mengelola aset nega
EKONOMI
WASHINGTON Pria pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat, dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan agen Secr
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti memastikan sebanyak 237 ribu guru nonASN tetap dapat meng
PENDIDIKAN
BATU BARA Peristiwa tragis terjadi di kawasan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Empat pegawai toko ak
PERISTIWA
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Minggu (24/5/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Namun, beber
NASIONAL