Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Prof. Muhammad Amin Abdullah, menyampaikan bahwa Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, atau Bung Karno, dihormati dunia berkat empat peran besar yang melekat sepanjang hidupnya.
Dalam acara haul ke-55 Bung Karno yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan dan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Jakarta, Sabtu (21/6), Amin menjelaskan bahwa Bung Karno dikenal luas melalui empat peran monumental yang disebutnya sebagai 4P, yaitu Proklamator, Penggali Pancasila, Presiden Pertama, dan Pembaharu Pemikiran Keislaman.
"Dengan P pertama sebagai proklamator, Bung Karno bukan hanya memerdekakan Indonesia, tapi juga mendorong 49 negara Asia dan Afrika untuk lepas dari penjajahan dalam satu dekade awal kepemimpinannya," ujar Amin.
Lebih lanjut, ia menyebutkan Bung Karno sebagai penggali Pancasila membuatnya dikagumi sebagai pemikir besar dari Dunia Timur.
Pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB pada 30 September 1960 berjudul "To Build The World Anew" disebut telah menggugah para pemimpin dunia.
Sebagai presiden pertama, Bung Karno dikenang sebagai pemimpin yang membangun fondasi bangsa dengan keberanian dan visi yang melampaui zamannya, mengelola Indonesia yang saat itu berpenduduk sekitar 90 juta jiwa pasca-kemerdekaan.
Tak kalah penting, Bung Karno juga dikenal sebagai pembaharu pemikiran Islam.
Amin menjelaskan bahwa Bung Karno mendorong umat Islam meninggalkan taklid buta serta menyerukan agar memahami agama secara rasional.
"Bung Karno menekankan agar umat Islam memahami Islam dari apinya, bukan dari abunya," ungkap Amin.
Ia juga mengingatkan kembali bahwa Bung Karno sejak awal sudah mengkritik konsep kesenjangan sosial dalam praktik keberagamaan, termasuk penggunaan gelar seperti sayyid dan konsep khalifah, yang kini muncul kembali dalam bentuk istilah seperti habib dan khilafah.
Amin menilai pemikiran Bung Karno tetap relevan dalam menjawab tantangan keberagamaan di era modern yang mengedepankan inklusivitas dan persatuan.
"Warisan pemikiran Bung Karno penting untuk menjaga semangat kebangsaan, rasionalitas dalam beragama, dan toleransi dalam kehidupan sosial masyarakat," pungkasnya.*
(at/a008)
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL