Rp240 Triliun Selama 6 Tahun! Pemerintah Siapkan Dana Jumbo untuk Kopdes Merah Putih
YOGYAKARTA Pemerintah memastikan pendanaan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebesar Rp240 triliun telah tersedia untuk menduku
EKONOMI
JAKARTA – Fenomena tuyul dan babi ngepet telah lama menjadi bagian dari cerita mistis masyarakat Indonesia.
Sosok makhluk astral ini dipercaya mampu mencuri uang dan mendatangkan kekayaan secara instan bagi pemiliknya.
Namun, satu pertanyaan klasik yang selalu muncul adalah: mengapa tuyul dan babi ngepet tidak mencuri uang di bank?
Meski jawabannya sering dikaitkan dengan ranah mistis, sejumlah kajian sejarah dan sosial memberikan penjelasan lebih rasional terhadap kepercayaan ini.
Dalam bukunya Ekonomi Indonesia 1800–2010, sejarawan Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks mengungkap bahwa liberalisasi ekonomi pada 1870 menjadi titik balik struktur sosial di Indonesia, terutama di Jawa.
Perkebunan rakyat diambil alih dan dijadikan pabrik-pabrik gula, membuat petani kecil kehilangan lahan dan penghidupan.
Pada saat bersamaan, lahir kalangan orang kaya baru dari kelompok pedagang pribumi dan Tionghoa.
Ketika para petani hidup dalam keterpurukan, mereka menyaksikan sebagian kecil masyarakat mendadak makmur tanpa proses kerja keras yang terlihat.
Inilah yang melahirkan kecemburuan sosial, sekaligus menumbuhkan mitos bahwa kekayaan instan itu diperoleh lewat perjanjian gaib, yakni melalui pemeliharaan tuyul atau babi ngepet.
Sejarawan Ong Hok Ham dalam Dari Soal Priayi Sampai Nyi Blorong (2002) mencatat bahwa tuduhan terhadap orang kaya karena bersekutu dengan makhluk halus membuat status sosial mereka terpuruk.
Mereka dianggap hina dan tidak layak dihormati, meskipun sukses secara ekonomi.
Tuduhan ini begitu mengakar dalam budaya lokal, hingga akhirnya menghidupkan legenda tuyul dan babi ngepet sebagai simbol kekayaan haram, dan stigma ini terus melekat hingga kini.
YOGYAKARTA Pemerintah memastikan pendanaan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebesar Rp240 triliun telah tersedia untuk menduku
EKONOMI
ROKAN HILIR Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menindaklanjuti keluhan seorang guru terkait kondisi sekolah yang mengalami k
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menyoroti proses penetapan tersangka terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tinda
NASIONAL
JAKARTA Polemik terkait proses hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah mendorong adanya aturan tegas bagi sopir maupun pemilik kendaraan angkutan yang melanggar
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah diusulkan menurunkan target penerimaan pajak tahun 2026 di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi pelemahan daya
EKONOMI
SORONG Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Robert Joppy Kardinal, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tin
NASIONAL
ASAHAN Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Besar Sei Renggas, tepatnya di persimpangan Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sei Renggas,
PERISTIWA
OlehPadian Adi S. SiregarPT Pertamina (Persero) dan pemerintah harus jujur untuk menyampaikan secara terbuka, jujur, dan bertanggung jawab
OPINI
ROKAN HILIR Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rokan
NASIONAL