Panen Sekali Jadi Tiga Kali Setahun, Kisah Petani Ngawi di Balik 8 Tamu Spesial Prabowo di Sidang MPR
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meski Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemindahan ibu kota negara dari Jakarta belum juga diterbitkan.
Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Prasetyo Hadi menyatakan bahwa tidak ada keraguan dalam arah kebijakan pemerintah terhadap proyek strategis nasional tersebut.
Menurutnya, pembangunan IKN berjalan sesuai rencana dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara tetap menjadi dasar hukum yang kuat.
"Sebagaimana yang sudah pernah pemerintah sampaikan, sampai hari ini pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan IKN secepat-cepatnya," ujar Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7).
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung kepada Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur inti, khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
"Bapak Presiden telah meminta Otorita IKN untuk bekerja keras agar seluruh sarana dan prasarana pemerintahan bisa selesai dalam waktu tiga tahun ke depan," jelasnya.
Fasilitas yang dimaksud mencakup infrastruktur untuk fungsi eksekutif, legislatif, hingga yudikatif agar pemerintahan dapat berjalan efektif di lokasi baru.
Prasetyo menjelaskan bahwa Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota negara akan diterbitkan setelah seluruh sarana dan prasarana yang diperlukan rampung.
Hal ini dianggap sebagai syarat krusial demi memastikan kelancaran transisi pusat pemerintahan.
"Sarana dan prasarana adalah syarat penting sebelum Presiden menandatangani Keppres Pemindahan Ibu Kota," kata Prasetyo.
Terkait dengan usulan dari Partai NasDem yang menyarankan Presiden untuk segera menerbitkan Keppres atau bahkan memberlakukan moratorium, Istana mengaku terbuka terhadap berbagai pandangan.
"Tentu kita menerima semua pendapat dan masukan apa pun itu," ujarnya.
Hingga saat ini, pembangunan sejumlah infrastruktur utama seperti Istana Negara, Masjid Negara, serta gedung kementerian di IKN masih terus berlangsung.
Pemerintah berharap penyelesaian infrastruktur inti bisa dilakukan secara bertahap hingga akhir masa pemerintahan saat ini.*
(kp/a008)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membawa delapan warga Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi dokter ter
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri opening ceremony peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Balai Meuseuraya
PEMERINTAHAN
Oleh Yakub F. IsmailMENGINJAK usia 81 tahun, Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap mempertahankan kemerdekaan, melainkan sedang memas
OPINI
JAKARTA Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, perempuan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mendapatkan ruang yang s
NASIONAL
KUTAI KARTANEGARA PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar pemeriksaan kesehatan mata bagi pelajar sekolah dasar di wilayah Delta Mahak
KESEHATAN
NAGEKEO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 7,7 yang menggunc
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional resmi dikukuhkan WakilWakil Presiden Gibran Ra
NASIONAL
JAKARTA Partai Gerindra menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatat sejumlah capaian positif selama 21 bulan terakhir.
POLITIK
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan wacana pemberian kewarganegaraan ganda bagi talenta tertentu yang
NASIONAL