Bedah Jejak Digital dan Hasil Autopsi Winda, Kompolnas Sebut Penyidikan Polrestabes Medan Solid
MEDAN Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa oleh Polrestabes Medan sejauh ini berja
PERISTIWA
TAPANULI SELATAN – Dalam sistem demokrasi modern, kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), aktivis, dan media memiliki peran sentral dalam menjaga jalannya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ketiga elemen ini berfungsi sebagai social control yang tak terpisahkan dari prinsip-prinsip demokrasi dan pemberantasan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum GEMMA PETA INDONESIA, Ronald Harahap atau juga dikenal sebagai Baron Harahap, dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (26/7/2025).
Ia menekankan bahwa keberadaan LSM, aktivis, dan media memiliki dasar hukum yang jelas serta peran vital dalam memastikan kebijakan publik berpihak pada keadilan sosial dan prinsip transparansi.
Menanggapi maraknya pemberitaan terkait pekerja sosial yang tertangkap tangan dalam dugaan pemerasan terhadap kepala desa, kepala sekolah, atau pejabat lainnya, Baron menyampaikan pandangan kritis.
Ia menyebut bahwa fenomena tersebut tak sepenuhnya bisa disebut sebagai pemerasan semata, melainkan kerap merupakan bentuk transaksi kesepakatan yang terjadi karena adanya temuan pelanggaran oleh oknum pejabat.
"Jika benar terjadi transaksi suap agar kasus tidak dipublikasikan atau dilaporkan, maka bukan hanya pekerja sosial yang harus ditindak, tetapi juga pejabat yang melakukan penyimpangan. Keduanya harus diproses hukum secara adil," tegas Baron.
Lebih lanjut, Baron menjelaskan bahwa peran LSM dan aktivis adalah melakukan riset, analisis, dan advokasi kebijakan, sementara media menjadi saluran edukatif yang menjembatani hasil kerja tersebut kepada publik luas.
Kolaborasi antara ketiga unsur ini diyakini mampu menekan penyalahgunaan wewenang, baik di tingkat pusat, daerah, maupun pada birokrasi di akar rumput yang kerap luput dari pengawasan.
"LSM sebagai penyedia informasi, aktivis sebagai penggerak kepentingan publik, dan media sebagai alat edukasi serta publikasi. Ketiganya memiliki posisi strategis dan saling melengkapi dalam menjaga demokrasi," ujar Baron.
Dengan keterlibatan masyarakat sipil dalam pengawasan dan pengambilan kebijakan, menurut Baron, maka kualitas tata kelola pemerintahan akan meningkat.
Hal ini juga berdampak langsung terhadap peningkatan kepercayaan publik dan penurunan biaya politik (cost politic).
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi ketiga elemen tersebut.
"LSM, Aktivis, dan Media bukan hanya alat kontrol, tapi juga garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan hak warga negara," tutup Baron.
Pernyataan Baron Harahap ini menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil, media, dan pemerintah untuk menciptakan sistem yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.*
MEDAN Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa oleh Polrestabes Medan sejauh ini berja
PERISTIWA
PEMATANGSIANTAR Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar menangkap pria berinisial IH (29) yang diduga terlibat peredaran narkotika je
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS SELATAN Sejumlah siswa di Kabupaten Nias Selatan harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah setiap hari. Kondisi itu membuat mer
PERISTIWA
MEDAN Pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah mencapai Rp8,9 triliun hingga 22 September 2026. Realisasi
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap pria berinisial H (41) yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di K
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berkomitmen merawat enam bangunan cagar budaya yang berada di wila
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Polda Sumatera Utara telah menyelesaikan audit investigasi terkait kematian W (30), mantan istri polisi yang ditemukan tewas di Kota
PERISTIWA
MEDAN Polda Sumatera Utara menilai ekshumasi makam W (30), mantan istri seorang polisi yang meninggal akibat luka tembak, belum diperlukan.
PERISTIWA
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (23/9/2026) terpantau berada dalam kategori Baik hingga Sedang. Kondisi tersebut berdasarkan p
KESEHATAN