Komisi X DPR Dukung Larangan AI Instan di Sekolah, Siswa Tak Boleh Malas Mikir
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kecerdasan
PENDIDIKAN
JAKARTA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tabagsel Raya (AMTARA) menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), Rabu (30/7).
Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap dugaan perampasan tanah adat dan kerusakan lingkungan di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Sumatera Utara.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut kehadiran negara untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak masyarakat adat yang selama ini dinilai terpinggirkan oleh kepentingan industri.
Empat Tuntutan AMTARA untuk KLHK
Melalui pernyataan resmi, AMTARA menyampaikan empat poin tuntutan kepada KLHK, yakni:
- Pencabutan izin konsesi perusahaan kehutanan, terutama PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang diduga merusak tanah adat di Tabagsel;
- Audit menyeluruh terhadap seluruh izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di wilayah Tabagsel;
- Pembukaan ruang dialog resmi antara KLHK dan masyarakat adat Tabagsel;
- Penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang mempertahankan wilayah adatnya.
Koordinator lapangan aksi, Benny Hasibuan, menegaskan bahwa perjuangan ini dilandasi oleh keresahan nyata masyarakat di kampung halaman mereka.
"Rakyat yang menjaga hutannya justru mendapat tekanan. Pemerintah harus hadir secara adil, bukan berpihak kepada kepentingan korporasi," ujar Benny.
Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan dalam aksi ini adalah PT Toba Pulp Lestari (TPL).
AMTARA menilai ekspansi perusahaan tersebut telah berdampak buruk pada ekosistem hutan adat serta mengancam ruang hidup masyarakat setempat.
Wilayah-wilayah seperti Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara disebut mengalami deforestasi dan pencemaran, serta munculnya konflik horizontal antara masyarakat adat dan aparat keamanan perusahaan.
"Hutan itu bukan sekadar lahan industri. Itu ruang hidup kami," seru salah satu orator aksi.
Merespons aksi tersebut, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KLHK, Krisdianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa laporan dari mahasiswa AMTARA akan menjadi perhatian kementerian.
"Kami menyambut baik masukan dari teman-teman mahasiswa dan akan menurunkan tim investigasi ke lapangan," ujar Krisdianto.
KLHK berkomitmen untuk memastikan bahwa pengelolaan hutan dan konsesi dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menjaga keadilan bagi masyarakat lokal.
"Jika ada pelanggaran dalam proses perizinan maupun operasional, tentu akan kami tindak sesuai peraturan," tambahnya.
Aksi AMTARA ditutup dengan seruan agar negara hadir dan berpihak pada masyarakat adat, bukan hanya pada kepentingan investasi.
"Kami ingin negara menjadi pelindung, bukan penonton. Hutan kami bukan untuk dijual, tapi untuk diwariskan," pungkas Benny.
Aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan dari aparat keamanan.
Para mahasiswa membentangkan poster dan spanduk, serta menyampaikan aspirasi dengan semangat dan tertib.*
JAKARTA Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kecerdasan
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa nilai tukar rupiah berada dalam kondisi hancur. Pernyataan terseb
EKONOMI
MEDAN Anggota DPRD Sumatera Utara Hendra Cipta meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meninjau ulang kebijakan honor bagi Tenag
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai Iran merupakan bangsa Arya yang tidak mudah ditaklukkan, meski
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus melaksanakan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meny
NASIONAL
JAKARTA Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberanta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Paripurna Kabinet di Istana Merdeka, Jumat (13/3/2026), untuk memastikan mudik Lebaran 2
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan terus menyelidiki kasus pembunuhan seorang wanita berinisial RS (19) yang jasadnya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia jauh dari yang disebut moratmarit. Pernyataan
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 27 orang, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL