Dihantam Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah di Aceh Timur, TNI-Polri dan Warga Turun Tangan
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
BALI - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melontarkan teguran keras kepada pengurus PDIP Jawa Tengah saat menyampaikan pidato politik dalam Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center.
Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara PDIP, tidak boleh lagi mengecewakan partai maupun dirinya secara pribadi.
"Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, enggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan. Itu adalah arahan saya," tegas Megawati di hadapan para kader, Sabtu malam.
Megawati mengungkapkan kekecewaannya atas menurunnya semangat juang dan kerja nyata kader PDIP di Jateng, meski provinsi tersebut dikenal sebagai daerah yang selalu menyumbang kemenangan besar untuk PDIP dalam tiga pemilu berturut-turut.
"Tiga kali berturut, menang terus. Jawa Tengah! Tapi sekarang semangatnya mulai melemah. Jangan cuma pintar bicara," ujar Presiden ke-5 RI tersebut.
Bukan Retorika, Tapi Kerja Nyata
Dalam pidatonya, Megawati menekankan pentingnya konsolidasi partai berbasis ideologi, bukan sekadar politik pencitraan atau euforia di forum-forum partai. Ia menyatakan bahwa partai memerlukan kader yang betul-betul menyatu dengan rakyat dan memahami perjuangan dari bawah.
"Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput."
Megawati juga kembali mengingatkan bahwa kesetiaan kader terhadap partai dan ideologi banteng adalah harga mati. "Jangan terjebak politik populer. Kader harus membumikan ideologi banteng, bekerja nyata untuk rakyat."
Sinyal Kuat untuk Konsolidasi Jelang 2029
Teguran ini menjadi sinyal serius dari Megawati bahwa PDIP tengah mempersiapkan konsolidasi internal yang kuat, terutama di wilayah strategis seperti Jawa Tengah, menghadapi dinamika politik pasca-Pemilu 2024 dan menuju 2029.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Megawati masih mengontrol penuh arah strategis partai dan tidak akan segan memberikan peringatan keras jika ada potensi penurunan loyalitas atau performa politik di daerah basis suara.*
ACEH TIMUR Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah Ainun Mardiah (43), warga Dusun Tengku Ubit, Gampong Buket Pala, Keca
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membahas percepatan pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpengha
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak menentukan nasib sendiri
INTERNASIONAL
MEDAN PSMS Medan akan menghadapi Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 malam ini, Minggu (27/9/2026). Laga
OLAHRAGA
JAKARTA Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S hingga kini masih menjadi salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Salah
NASIONAL
DELI SERDANG, BITV Warga Dusun II, Gang Buntu, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meng
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah telah memblokir 659.419 rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal hingga 31 Agustus 2026. Pemblok
EKONOMI
MEDAN Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Andre Rosiade menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution sebagai sosok
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki a
POLITIK