Satu lagi pedagang muda, Yono (23), juga terlihat membuka lapak tak jauh dari Pebi. Ia memulai jualan sejak 29 Juli dan menawarkan pilihan bendera rumah serta latar kantor, dua jenis yang paling banyak diminati.
"Kalau lagi bagus, bisa dapat sampai Rp 12 juta per musim," ujar Yono, yang tampak semangat melayani pelanggan.
Meski tahun lalu penjualannya lebih rendah, tahun ini Yono berharap suasana yang lebih semarak akan berdampak pada peningkatan penjualan.
Tradisi yang Tetap Hidup
Kehadiran pedagang bendera musiman menjadi wajah khas bulan kemerdekaan di Jakarta. Di tengah tantangan ekonomi dan cuaca, mereka tetap setia menyemarakkan semangat nasionalisme, satu bendera, satu harapan, untuk Indonesia.*