BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Doa Kebangsaan Lintas Agama Digelar di Tugu Proklamasi, Simbol Syukur 80 Tahun Kemerdekaan

- Minggu, 03 Agustus 2025 11:17 WIB
Doa Kebangsaan Lintas Agama Digelar di Tugu Proklamasi, Simbol Syukur 80 Tahun Kemerdekaan
ribuan tokoh lintas agama berkumpul dalam Doa Kebangsaan Lintas Agama, sebagai bentuk rasa syukur atas 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.(foto: ronald/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Tugu Proklamasi kembali menjadi saksi sejarah pada Jumat malam (1/8/2025) saat ribuan tokoh lintas agama berkumpul dalam Doa Kebangsaan Lintas Agama, sebagai bentuk rasa syukur atas 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekitar 1.500 umat dari berbagai latar belakang agama mengikuti acara yang diawali dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan zikir dan pembacaan doa bersama oleh enam pemuka agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menekankan bahwa menjaga kemerdekaan tidak hanya lewat perjuangan fisik, tetapi juga lewat kekuatan spiritual seperti doa bersama.

"Dari anak kecil hingga yang paling senior, semua punya peran dalam menjaga bangsa ini, termasuk lewat kekuatan doa seperti yang kita lakukan malam ini," ujarnya.

Doa Dipimpin Tokoh Agama Lintas Iman

Doa bersama secara bergantian dipimpin oleh tokoh-tokoh agama besar di Indonesia:

KH Anwar Iskandar (Islam),

Pdt. Jason Balompapueng (Kristen Protestan),

RD. Fransiskus Yance Sengga (Katolik),

Jero Mangku Gede Pastika (Hindu),

Bhikkhu Dhammavuddho Victor Jaya Kusuma (Buddha),

Ws. Sunarta Hidayat (Konghucu).

Doa lintas agama ini melanjutkan acara Zikir Kebangsaan yang sebelumnya telah digelar di tempat yang sama, dipimpin oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan diakhiri doa oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Cermin Toleransi dan Persatuan Bangsa

Tugu Proklamasi dipilih sebagai lokasi karena sarat makna historis dan simbol perjuangan. Kehadiran para tokoh lintas agama serta sejumlah menteri dan pejabat negara dalam acara ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara besar yang menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antarumat beragama.

"Acara ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya negara yang berketuhanan, tetapi juga bangsa yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika," tutup Nasaruddin.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru