BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

AJI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis saat Liput Demo: Indonesia Mundur ke Era Represif

- Senin, 01 September 2025 10:40 WIB
AJI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis saat Liput Demo: Indonesia Mundur ke Era Represif
ILUSTRASI (foto : detik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada 30 Agustus, dua jurnalis di Jambi bahkan terjebak di dalam Gedung Kejati saat massa merangsek masuk. Mobil operasional media juga dilaporkan dibakar oleh massa anarkis pada dini hari.

Di hari berikutnya, 31 Agustus, seorang jurnalis stasiun televisi ditangkap dan dipukuli saat melakukan live streaming, sementara jurnalis pers mahasiswa mengalami penyerangan dengan air keras di depan Polda Metro Jaya.

Pembungkaman Pers dan Upaya Sensor

Tak hanya kekerasan fisik, AJI juga mengungkap bahwa media mengalami tekanan untuk tidak melakukan live streaming dan hanya menyajikan berita yang dianggap "sejuk" oleh pihak tertentu. AJI menyebut praktik semacam ini sebagai bentuk pembungkaman dan intervensi terhadap kemerdekaan pers.

"Media didesak untuk menyajikan berita yang 'damai', padahal fakta di lapangan menunjukkan tindakan brutal dan pelanggaran HAM," ujar Nany.

Menurutnya, jika media dibungkam, publik justru akan mencari informasi dari sumber tidak kredibel seperti media sosial, yang memperbesar risiko hoaks dan disinformasi.

Sikap Resmi AJI Indonesia:

Mengecam keras segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan pembatasan terhadap jurnalis selama aksi demonstrasi.

Menuntut penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, termasuk aparat yang terlibat.

Menolak segala bentuk sensor atau tekanan terhadap media dalam menyampaikan informasi faktual.

Mengimbau semua pihak untuk menghormati kerja jurnalistik sebagai pilar demokrasi.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru