Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Kabar duka menyelimuti dunia ekonomi dan politik Indonesia. Dr. Arif Budimanta, ekonom senior dan mantan Staf Khusus Presiden RI bidang ekonomi di era Presiden Joko Widodo, meninggal dunia pada Sabtu (6/9/2025) pukul 00.06 WIB di Jakarta. Almarhum berpulang pada usia 57 tahun.
Kabar wafatnya Arif Budimanta pertama kali disampaikan oleh Prof. Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Bisnis. Arif juga diketahui menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.
"Dengan penuh duka cita, kami mengabarkan bahwa Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyah, Bapak Dr. Arif Budimanta, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, 6 September 2025, pukul 00.06 WIB di Jakarta," ujar Muhadjir dalam pernyataan resminya.
Suasana Haru di Rumah Duka Rawamangun
Pantauan di rumah duka yang berlokasi di Rawamangun Muka Golf No. 3, Jakarta Timur, sejak pagi suasana haru menyelimuti kediaman almarhum. Karangan bunga belasungkawa terlihat memenuhi jalan menuju rumah duka, datang dari berbagai tokoh penting nasional dan kolega semasa hidup Arif.
Karangan bunga terlihat dikirim oleh:
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Tokoh nasional lainnya
Selain karangan bunga, kerabat, kolega, hingga pejabat publik turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang hadir sekitar pukul 10.31 WIB. Anies datang mengenakan kemeja biru dan peci hitam, serta langsung disambut oleh keluarga almarhum.
Profil Singkat Arif Budimanta
Arif Budimanta dikenal sebagai akademisi, ekonom, dan politisi. Ia pernah menjabat sebagai:
Anggota DPR RI Fraksi PDIP (2009–2014)
Wakil Ketua Fraksi PDIP di MPR
Ketua DPP PDIP (2005–2010)
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN)
Arif juga dikenal aktif di bidang pemikiran dan penulisan. Beberapa karya tulisnya dikenal luas di kalangan akademisi, khususnya yang membahas ekonomi Pancasila, ketimpangan, UMKM, dan pembangunan berkelanjutan.
Kepergian yang Meninggalkan Jejak Pemikiran
Rekan sejawatnya, Didik J Rachbini, ekonom senior Indef dan Rektor Universitas Paramadina, turut mengenang almarhum sebagai sosok aktivis dan pemikir kebijakan publik yang konsisten.
"Kepergiannya terlalu cepat, tapi karya dan pemikirannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang," ujar Didik.
Selamat jalan, Arif Budimanta. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.*
(j006)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.