BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka

Adelia Syafitri - Selasa, 23 September 2025 08:46 WIB
Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Senin (22/9/2025) waktu setempat. (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
NEW YORK – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan dukungan penuh terhadap solusi dua negara (Two-State Solution) sebagai jalan keluar damai atas konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada Senin (22/9/2025) waktu setempat.

Dalam forum internasional tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia akan mengakui Israel, jika Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina.

Baca Juga:
Pernyataan ini disampaikan secara tegas sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap penyelesaian damai dan berkeadilan di Timur Tengah.

"Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian. Indonesia menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan untuk keamanan Israel," ujar Prabowo dalam pidatonya, yang disiarkan secara virtual dan dikutip Selasa (23/9/2025).

Presiden Prabowo juga menyerukan kepada negara-negara lain yang belum mengambil langkah untuk mengakui Palestina, agar segera bertindak demi terciptanya perdamaian abadi.

Ia mengutip sejumlah negara besar seperti Prancis, Inggris, Kanada, dan Australia yang telah secara resmi mengakui Negara Palestina.

"Kepada mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti. Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza," tegasnya.

Prabowo menyoroti situasi kemanusiaan yang mengkhawatirkan di Gaza, menyebut ribuan korban jiwa yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta krisis kelaparan yang semakin meluas.

"Sangat berat hati kita mengenang tragedi tak tertahankan yang sedang berlangsung di Gaza. Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan membayangi," ungkap Presiden.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap proses perdamaian, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik.

"Kami siap mengambil bagian kami dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," katanya.

Prabowo menekankan bahwa perdamaian harus segera diwujudkan demi mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan krisis yang telah berlangsung terlalu lama.

"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita," lanjut Prabowo.

Konferensi di PBB ini menjadi forum penting bagi komunitas internasional untuk menyatukan suara dalam mendukung implementasi solusi dua negara.

Sejumlah negara sahabat Indonesia telah mengambil langkah penting, seperti Britania Raya, Kanada, Australia, dan Portugal, yang baru-baru ini menyatakan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.

Langkah tersebut dinilai sebagai wujud nyata untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.

Pengakuan negara-negara Barat ini juga menjadi tekanan moral bagi Israel untuk segera menghentikan kekerasan dan membuka jalan dialog.*

(bb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pidato Tegas Prabowo di PBB: Kita Harus Akui Palestina Sekarang!
Memaknai Kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB Setelah 10 Tahun RI Absen
FSPMI Gelar Aksi Damai di ADPR RI, Polisi Apresiasi Kedewasaan Buruh
Pengakuan Palestina oleh Inggris Dkk, Apa Dampaknya bagi Solusi Dua Negara?
Kasus Wahyudi (GEPAK): Klarifikasi Bongkar Praktik “Uang Damai” di RSUDAM, LSM Pro Rakyat Desak Polisi Usut Pemberi
Inggris Ganti Istilah “Wilayah Palestina yang Diduduki” Jadi “Negara Palestina” Usai Pengakuan Resmi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru