Tak Cukup Tiga Tersangka, Pengamat Minta Kejagung Telusuri Jaringan Kasus MBG hingga Akar
JAKARTA Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergiz
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA-Hujan ringan diperkirakan turun merata di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 13 November 2025.
Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, kondisi udara di DIY cenderung lembap dengan suhu yang relatif sejuk dan potensi hujan pada siang hingga sore hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, seluruh kabupaten dan kota di DIY berpotensi mengalami hujan ringan dengan tingkat kelembapan tinggi, berkisar antara 67 hingga 98 persen.Baca Juga:
Berikut rincian kondisi cuaca di tiap wilayah:
- Kulon Progo diprediksi hujan ringan dengan suhu 23–29 °C dan kelembapan 72–98 %.
Cuaca relatif lembap pada pagi dan sore hari, dengan potensi kabut tipis di area perbukitan Menoreh.
- Bantul mengalami hujan ringan dengan suhu 24–30 °C dan kelembapan 70–97 %.
Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir selatan seperti di Parangtritis dan sekitarnya.
- Gunungkidul juga diperkirakan hujan ringan dengan suhu 24–29 °C dan kelembapan 70–97 %.
Potensi hujan lokal diperkirakan terjadi menjelang malam di kawasan perbukitan.
- Sleman mengalami cuaca serupa, dengan suhu 23–30 °C dan kelembapan 67–94 %.
Wilayah lereng Merapi diimbau waspada terhadap potensi hujan intensitas ringan hingga sedang yang dapat menyebabkan penurunan visibilitas.
= Kota Yogyakarta sendiri akan mengalami hujan ringan dengan suhu 24–30 °C dan kelembapan 68–97 %, terutama pada siang hingga sore hari.
Aktivitas masyarakat di pusat kota disarankan tetap membawa perlengkapan hujan saat bepergian.
BMKG menyebutkan bahwa hujan ringan yang melanda wilayah DIY merupakan bagian dari fase peralihan menuju puncak musim hujan, yang diprediksi terjadi pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kelembapan udara di lapisan menengah atmosfer dan adanya potensi pembentukan awan konvektif di sekitar Pulau Jawa bagian selatan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan air di area rendah serta menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang cepat.
Dengan suhu rata-rata harian di kisaran 23–30 °C, cuaca Yogyakarta dan sekitarnya hari ini tergolong sejuk dan nyaman, namun tingkat kelembapan yang tinggi dapat menimbulkan rasa gerah di siang hari.
BMKG merekomendasikan agar warga memantau informasi cuaca harian melalui kanal resmi untuk mengantisipasi aktivitas luar ruang.*
(um)
JAKARTA Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergiz
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung, Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Jauh sebelum agama Islam dan Kristen berkembang di Tanah Simalungun, masyarakat setempat telah mengenal sistem kepercayaan as
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan i
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Penurunan ini te
EKONOMI
MEDAN Polemik terkait akomodasi peserta ASEAN Boys Championship U19 di Medan, Sumatera Utara, kembali mencuat setelah adanya perbedaan
OLAHRAGA
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026), dan semakin men
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi
EKONOMI
JAKARTA Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan nasional terpantau mulai melandai pada awal Juni 2026. Namun, tren penurunan tersebut belum mera
EKONOMI