BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

SMSI Gelar Simposium Nasional Bahas Media Digital dan Tantangan Indonesia Emas 2045

gusWedha - Minggu, 16 November 2025 20:44 WIB
SMSI Gelar Simposium Nasional Bahas Media Digital dan Tantangan Indonesia Emas 2045
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat menggelar Simposium Nasional di Sekretariat SMSI Pusat, Sabtu (15/11/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat menggelar Simposium Nasional dengan tema "Menyongsong Indonesia Emas 2045: Media Baru dan Platform Global Sebuah Keniscayaan" di Sekretariat SMSI Pusat, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini juga menjadi rangkaian pembukaan resmi Press Club Indonesia.

Dalam diskusi yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan media, Alexander Suban, Koordinator Bidang Organisasi dan Tata Kelola Publisher Rights di Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB), menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan media dan platform digital.

Baca Juga:

Menurut Alexander, transformasi digital telah mengubah cara distribusi berita.

Saat ini, platform digital memegang peranan dominan dalam penyebaran informasi, sehingga kerja sama antara media dan platform menjadi sangat krusial.

"Perkembangan media saat ini menunjukkan bahwa distribusi berita banyak ditentukan platform digital. Karena itu, kerja sama antara media dan platform menjadi sangat penting," ujarnya.

Komite yang ia wakili, lanjut Alexander, memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama, termasuk pelatihan, monetisasi konten, dan peningkatan kapasitas perusahaan media.

Ia menekankan perlunya negosiasi yang cermat dengan platform global, mengingat karakter komunikasi Indonesia yang unik.

"Saya mengajak perusahaan pers untuk lebih aktif memanfaatkan fitur-fitur canggih yang disediakan platform digital agar dapat bersaing dan memperkuat keberlanjutan bisnis media," tambahnya.

Narasumber kedua, Agus Sudibyo, Dewan Pengawas LPP TVRI, menyoroti kondisi nyata industri media saat ini.

Agus mengingatkan bahwa ketidakseimbangan antara jumlah media dan kemampuan ekonomi menjadi tantangan besar.

"Jumlah media tidak seimbang dengan kondisi ekonomi kita. Setiap tahun ratusan media terus berdiri tanpa mengindahkan realitas ekonomi yang ada," ujarnya.

Agus juga membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap kualitas konten media.

Ia memperingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada AI, yang bisa menurunkan kualitas informasi jika data yang digunakan tidak akurat.

"Bayangkan jika dari 1.000 media, 900 di antaranya memakai AI. Kita bisa banjir konten, sementara kualitasnya belum tentu membaik," katanya.

Selain itu, Agus menyoroti tantangan model bisnis media yang semakin berat, mulai dari biaya produksi yang tinggi hingga persaingan iklan yang ketat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan regulasi untuk memperkuat ekosistem media di Indonesia.

Simposium nasional ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, memperkuat diskusi seputar strategi media menghadapi era digital dan Indonesia Emas 2045.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketegangan Mereda, Polres Dairi Fasilitasi Mediasi Kelompok Tani dan Kades Parbuluan VI
Bikin Video dalam Hitungan Detik? PixVerse AI Jawabannya!
Kemenkumham Harus Menghentikan Produksi Media Abal-Abal – Negara Tak Boleh Menjadi Pabrik Legalitas Bodong
PWI Tabagsel Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Media di Era Informasi Cepat
Profil Rully, Suami Boiyen yang Mendadak Viral karena Gelar dan Prestasinya
Boiyen Pesek Resmi Menikah, Suami Dosen S3 Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru