BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Viral Kayu Gelondongan Hanyut Usai Banjir di Sumut, DPR Bakal Panggil Kemenhut

Adam - Minggu, 30 November 2025 10:21 WIB
Viral Kayu Gelondongan Hanyut Usai Banjir di Sumut, DPR Bakal Panggil Kemenhut
Tumpukan kayu gelondongan hanyut yang terbawa arus banjir di Sungai Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Komisi IV DPR RI dijadwalkan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Kehutanan pada Kamis pekan depan untuk membahas bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto, mengatakan pertemuan ini tidak hanya fokus pada penanganan banjir, tetapi juga terkait asal-usul kayu gelondongan yang viral terbawa arus banjir.
"Hari Kamis akan ada RDP masalah banjir ini di Kemenhut," kata Panggah, Minggu (30/11/2025).

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kayu-kayu gelondongan hanyut di Sungai Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Baca Juga:

Banyak pihak menduga, keberadaan kayu tersebut terkait praktik deforestasi yang memicu banjir bandang di sejumlah daerah Sumatera.

Menanggapi hal ini, Dirjen Penegakan Hukum Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan kayu tersebut diduga berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) di area penggunaan lain (APL).
"Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. Secara mekanisme, kayu yang tumbuh alami mengikuti regulasi Kehutanan, melalui SIPPUH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan)," jelas Dwi.

Dugaan awal menyebutkan kayu-kayu tersebut merupakan sisa tebangan lama yang lapuk, sehingga mudah terbawa arus banjir.

Meski begitu, pemeriksaan lebih rinci akan tetap dilakukan tim Gakkum Kemenhut.

Dwi juga menegaskan bahwa Gakkum Kemenhut rutin menindak kasus pencurian kayu ilegal melalui skema PHAT, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan kayu hanyut itu berasal dari praktik pembalakan liar.

RDP DPR bersama Kemenhut diharapkan mampu memberikan kejelasan soal dugaan deforestasi dan mencari solusi mencegah bencana serupa di masa depan, sekaligus memastikan kayu ilegal tidak lagi memicu bencana lingkungan.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kenapa Banjir dan Longsor Sumatra Belum Jadi Bencana Nasional? BNPB Bandingkan dengan Tsunami Aceh 2004
Banjir dan Longsor Melanda Sumatera, ESDM: Curah Hujan Ekstrem Jadi Faktor Dominan
BMKG Turun Langsung ke Medan, Operasi Modifikasi Cuaca Digeber untuk Redam Hujan Ekstrem Sumatra
Kodam I/BB Bangun Jembatan Darurat dari Kayu Hanyut, Warga Tapanuli Selatan Kembali Bisa Lewat
Tragedi Banjir Sumbar: 6 Jembatan Rusak, Kerugian Capai Rp202 Miliar
Update Bencana Aceh–Sumatera: 303 Korban Tewas, Akses Utama Masih Terputus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru