BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Zulkifli Hasan Bongkar Cerita Wawancara dengan Harrison Ford soal Hutan Tesso Nilo: Saya Penjahatnya, Sudah Nasib Pejabat

Adam - Rabu, 03 Desember 2025 11:14 WIB
Zulkifli Hasan Bongkar Cerita Wawancara dengan Harrison Ford soal Hutan Tesso Nilo: Saya Penjahatnya, Sudah Nasib Pejabat
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membuka cerita di balik wawancaranya bersama aktor Hollywood Harrison Ford terkait kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Peristiwa ini terjadi ketika Zulkifli menjabat Menteri Kehutanan periode 2009–2014.

Dalam wawancara yang dikutip dari akun YouTube Denny Sumargo, Zulkifli menjelaskan bahwa ia awalnya meminta agar pertemuan dilakukan secara terbuka dan disaksikan puluhan media nasional di aula Kementerian Kehutanan.

Baca Juga:

Namun, kenyataannya, tim Harrison Ford sudah menyiapkan ruang kerja menteri dengan empat kamera dan pengaturan layaknya syuting film.

"Jadi saya duduk, dia masuk wawancara. Belakangan saya baru terasa oh ini shooting film, ini heronya, ya tentu ada penjahatnya. Saya penjahatnya. Ya sudah nasib sebagai pejabat. Risiko," ujar Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, meski wawancara berlangsung, dirinya merasa digambarkan seolah meremehkan masalah kerusakan hutan TNTN, yang saat itu mulai dikuasai perkebunan sawit ilegal.

Ia menegaskan bahwa banyak penjelasannya yang tidak ditampilkan dalam film dokumenter tersebut.

Menurut Zulkifli, konteks Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat.

"Bung, ini bukan Amerika. Amerika sudah 200 tahun merdeka. Kita ini baru reformasi. Pejabat-pejabat ini takut sama rakyat karena rakyat sekarang begitu kuasa," ungkapnya.

Ia juga mengakui kesulitan tim Kementerian Kehutanan masuk ke kawasan TNTN karena wilayah tersebut sudah dikuasai kelompok tertentu.

"Saya waktu itu tidak bisa menindak karena kita lagi zamannya surplus demokrasi, kebebasan," ujarnya.

Zulkifli berharap masyarakat memahami konteks yang sesungguhnya mengenai kondisi pengelolaan hutan di Indonesia, yang seringkali berbeda dari citra yang ditampilkan dalam film dokumenter internasional.*


(tb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wujud Nyata Pengabdian, Universitas Aufa Royhan Kirim Bantuan Logistik Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapanuli
Polda Aceh dan Bapanas Sidak Pangan Pascabanjir, Pantau Harga dan Antisipasi Penimbunan
Korban Bencana Tapanuli Tengah Minta Alat Berat, Gubernur Bobby Pastikan Upaya Cepat
Kronologi Penangkapan Dewi Astutik di Kamboja, DPO Kasus Sabu 2 Ton Terdeteksi Sejak 17 November
BNN Tangkap Dewi Astutik, Aktor Utama Penyelundupan 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun
Antrean Panjang Warnai SPBU Sipirok, Warga Mengaku Menunggu BBM Sejak Subuh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru