Dari Tangan Prabowo ke Puncak Tiang, Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih Diiringi Tepuk Tangan Meriah
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan bahwa surat yang menyatakan pemerintah daerah "tidak mampu menangani bencana" bukan berarti Pemkab Aceh Barat tidak siap menghadapi bencana.
Surat tersebut dibuat sebagai syarat administrasi untuk memperoleh bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca banjir bandang yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025.
"Surat itu diminta sebagai syarat agar Kabupaten Aceh Barat bisa menerima bantuan dari BNPB. Kalau surat tersebut tidak dikirim, bantuan logistik tidak akan datang," kata Tarmizi di Meulaboh, Senin (8/12/2025), saat apel kesiapsiagaan menghadapi kelangkaan BBM dan gas elpiji.Baca Juga:
Tarmizi menegaskan, pemerintah daerah tetap mampu melakukan penanganan darurat.
Tim Pemkab bersama Forkompimda telah mengerahkan personel untuk membersihkan jalan yang tertutup kayu dan lumpur, memperbaiki fasilitas umum, serta membuka akses ke kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, yang sempat terisolasi akibat kerusakan jalan.
Namun, menurut Tarmizi, Pemkab Aceh Barat tidak memiliki kemampuan anggaran untuk memperbaiki seluruh infrastruktur yang rusak akibat bencana, yang diperkirakan menelan kerugian hingga Rp203 miliar.
Kerusakan mencakup jalan, jembatan, fasilitas umum, rumah warga, sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.
Selain itu, Pemkab Aceh Barat juga mendistribusikan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum untuk mendukung masyarakat terdampak bencana.
"Bukan berarti daerah tidak mampu menangani bencana. Untuk pembersihan lokasi dan bantuan darurat, kita mampu. Namun, memperbaiki seluruh kerusakan pasca-bencana jelas tidak bisa dilakukan sendiri karena keterbatasan anggaran," jelas Tarmizi.
Langkah ini menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani bencana dengan skala besar, sekaligus menjaga proses bantuan logistik agar tepat sasaran.*
(d/dh)
JAKARTA Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sukses mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklam
NASIONAL
JAKARTA Istana merespons polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogra
NASIONAL
MEDAN Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjenguk seorang murid SMA asal Kabupaten Karo yang masih menjalani perawatan di ruang
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto tampak tertawa bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republi
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi mengheningkan cipta dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi Kemerdekaan Repub
NASIONAL
JAKARTA Sang Saka Merah Putih resmi dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detikdetik Proklamasi HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Para pejabat negara ditantang ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sama dengan makanan yang diterima siswa. Tanta
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam pelaks
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan kemungkinan Presiden Prabowo Subianto mengunjungi wilayah terda
NASIONAL