BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

LPPM Universitas Aufa Royhan dan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Hadir Pulihkan Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Selatan

Ronald Harahap - Rabu, 31 Desember 2025 14:29 WIB
LPPM Universitas Aufa Royhan dan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Hadir Pulihkan Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Selatan
LPPM Universitas Aufa Royhan bekerja sama dengan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek menyalurkan bantuan di Desa Tandihat, Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapsel, pada 17 Desember 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN - Upaya pemulihan warga terdampak bencana terus dilakukan di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pada 17 Desember 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Aufa Royhan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaksanakan aksi tanggap darurat bencana dengan menyalurkan bantuan logistik, layanan kesehatan, sanitasi air bersih, serta pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak.

Baca Juga:
Hal ini di sampaikan kepala Desa Tandihat, Ranto Panjang Sipahutar kepada awak media, Rabu 31/12 2025


Ia menjelaskan bahwa pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak sampai hari ini terus dilakukan.

"Universitas Aufa Royhan berperan aktif menyalurkan bantuan dan membuka posko kemanusiaan Siaga Bencana, salah satunya di Desa kami, Universitas Aufa Royhan mulai Tanggal 17 Desember sampai hari ini (31/12/2025) mereka terus melakukan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam." ujar kepala Desa Tandihat Ranto Panjang, Rabu (31/12/2025).

Ranto Panjang Sipahutar juga mengatakan bahwa Kegiatan kemanusiaan ini menyasar sekitar 187 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.

Bantuan logistik yang disalurkan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sementara layanan kesehatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan umum dan penanganan keluhan kesehatan yang banyak muncul pascabencana.


Ketua tim kegiatan dari LPPM Universitas Aufa Royhan,Dr. Ns. Adi Antoni, M. Kep, juga menjelaskan bahwa bantuan tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik, tetapi juga pada aspek kesehatan lingkungan dan kondisi psikologis warga.

"Selain logistik dan layanan kesehatan, kami juga memberikan dukungan sanitasi air bersih sebagai langkah pencegahan penyakit. Di sisi lain, anak-anak menjadi perhatian khusus melalui kegiatan trauma healing agar mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman setelah mengalami peristiwa bencana," ujarnya.

Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan permainan yang bersifat rekreatif.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menjaga Meugang di Tengah Bencana, Perhatian Mualem untuk Warga Aceh
Turun dari Mobil, Presiden Prabowo Cek Kondisi Polisi K-9 Pencari Korban Banjir Tapanuli Selatan: Masih Kuat?
500 Rumah Pascabanjir Dibangun, Pemerintah Tekankan Keberlanjutan Ekonomi Warga
Presiden Prabowo Cek Program MBG dan Hunian Sementara Korban Banjir Tapanuli Selatan
Rilis Akhir Tahun Polres Gianyar: Kejahatan Naik 15 Persen, Penyelesaian Kasus Naik 23 Persen
Kapolri Listyo Sigit Tinjau Infrastruktur dan Lingkungan Sekolah untuk Pulihkan Aktivitas Belajar di Aceh Tamiang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru