BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Distribusi Logistik Aceh Kembali Lancar Setelah Dua Jembatan Bailey Dibuka

Adam - Kamis, 01 Januari 2026 19:52 WIB
Distribusi Logistik Aceh Kembali Lancar Setelah Dua Jembatan Bailey Dibuka
PT Hutama Karya telah merampungkan pembangunan dua jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Jembatan ini menjadi kunci pemulihan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pasca-bencana. (Foto: Dok. hutamakarya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan pembangunan dua jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Jembatan ini menjadi kunci pemulihan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pasca-bencana.

Dua jembatan yang selesai dipasang adalah Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter.

Kedua jembatan tersebut berada di Jalan Lintas Tengah, ruas Kutacane-Blangkejeren, jalur penting bagi aktivitas warga sehari-hari dan pengiriman kebutuhan pokok.

Baca Juga:

Executive Vice President Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pemasangan jembatan Bailey ini bagian dari strategi pemulihan akses darat pasca-bencana.

"Dengan berfungsinya kembali ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut, mobilitas warga dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan," kata Mardiansyah dalam keterangan resmi, Kamis (1/1/2026).

Jembatan Mengkudu yang berlokasi di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah, mulai dapat dilintasi sejak 23 Desember 2025.

Sementara Jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, dibuka untuk umum pada 28 Desember 2025.

Secara teknis, Jembatan Mengkudu memiliki lebar efektif 3,7 meter dengan tinggi rangka 2,4 meter dan mampu menahan beban kendaraan hingga 40 ton.

Jembatan Penanggalan memiliki bentang lebih panjang, tinggi truss 3,25 meter, serta kapasitas beban yang sama.

Selain pembangunan jembatan, Hutama Karya juga melakukan normalisasi sungai, pembangunan tanggul, pengalihan aliran sungai, serta pembersihan material banjir untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan mengurangi risiko terputusnya akses.

Dalam proses pemasangan jembatan, perusahaan mengerahkan alat berat seperti crane 50 ton dan excavator, serta melibatkan 10 personel yang bekerja secara bergiliran 12 jam per hari.

Selama pengerjaan, arus lalu lintas tetap diatur bergiliran tanpa pembatasan waktu, disertai pengamanan area kerja untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Dengan selesainya pembangunan ini, akses transportasi masyarakat dan logistik di Aceh Tenggara dipastikan kembali lancar, mempercepat pemulihan pasca-bencana yang melanda wilayah tersebut.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Danantara Gelontorkan Rp 1 Triliun Bangun 15.000 Hunian Korban Banjir Sumatera
Big Engineering Operation: Sungai dan Kuala Sumatera Bakal Ditangani Secara Skala Besar
Sekda Aceh Pimpin Penugasan Relawan ASN Tahap Dua untuk Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir
Aceh Tamiang Mulai Pemulihan, Presiden Prabowo Cek Hunian Sementara Korban Banjir
Rosan Roeslani: 15 Ribu Rumah Korban Bencana di Sumatera Siap Tuntas 3 Bulan
Stok Nasional Kuat, Indonesia Tak Perlu Impor Beras dan Jagung Pakan 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru