BREAKING NEWS
Senin, 08 Juni 2026

Korban Bencana di Sumatra Diprioritaskan Jadi Pekerja Migran

- Rabu, 07 Januari 2026 20:44 WIB
Korban Bencana di Sumatra Diprioritaskan Jadi Pekerja Migran
Presiden Prabowo Subianto saat menghabiskan malam tahun baru bersama warga terdampak bencana di pengungsian di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, 1 Januari 2026. (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan warga di daerah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra akan diprioritaskan untuk mendapatkan pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri sebagai pekerja migran.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program quick win Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dari jumlah tersebut, 300 ribu berasal dari lulusan SMK melalui program SMK Go Global dan 200 ribu dari jalur umum.

Baca Juga:

"Ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya," kata Mukhtarudin usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (7/1).

Mukhtarudin menegaskan program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Selain pelatihan vokasi, kementeriannya juga menyiapkan pendampingan penempatan kerja di luar negeri sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja internasional.

"Bagi masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak, kita fasilitasi pelatihan dan penempatannya untuk bekerja di luar negeri," ujarnya.

Selain penempatan tenaga kerja, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendampingi keluarga pekerja migran yang terdampak bencana.

"Untuk rumah keluarga pekerja migran yang terdampak, kita koordinasikan dengan Satgas pemulihan, apakah relokasi atau rehabilitasi rumah," kata Mukhtarudin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah telah membentuk Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Klinik ini bertujuan mempercepat pemulihan usaha mikro dan kecil di wilayah terdampak bencana.

Menurut Maman, layanan utama Klinik UMKM Bangkit mencakup pembiayaan, belanja produk lokal, dan penguatan produksi.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wagub Aceh Dorong Percepatan Penyerahan Data Pascabencana untuk Bantuan Tepat Sasaran
Pemerintah Aceh Tegaskan Gaji ASN Tak Tertunda, Perbup APBK 2026 Sudah Disiapkan
Miris! Hanya 16 dari 60 KK di Desa Parsalakan Terima Bantuan Beras Pasca Bencana, Warga Desak Presiden Bentuk Tim Khusus
KSAD Maruli Simanjuntak Jelaskan Biaya Rp150 Juta untuk Sumur Bor Korban Bencana: “Bukan untuk Satu Rumah, tapi Satu Desa”
Halmahera Barat Dilanda Banjir Setinggi 3 Meter dan Longsor, Dua Tewas dan Puluhan Rumah Rusak Berat
Satgas Yonzipur Pasang Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Desa Terdampak Banjir di Tapsel
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru