Viral! Terduga Maling Motor Diciduk Warga, Polisi Pulangkan karena Tak Ada Laporan
MEDAN Seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor ditangkap warga di Kelurahan Padang Bulan, Medan, Senin (12/1). Aksi tangkap basah i
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan anggaran sebesar Rp430 miliar untuk percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Dana tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas, dengan fokus utama pada infrastruktur dan rehabilitasi rumah.
Baca Juga:Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa anggaran terbesar sebesar Rp275 miliar digunakan untuk perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi hunian masyarakat.
Bidang lainnya meliputi pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, komunikasi dan informatika Rp1,68 miliar, dan bantuan keuangan untuk pemerintah daerah Rp110 miliar.
"Kita akan lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah terdampak," kata Bobby Nasution dalam rapat koordinasi Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Senin (12/1) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan.
Selain itu, Pemprov Sumut merencanakan pembangunan 200 unit hunian tetap (huntap) dengan total anggaran Rp12 miliar, setara dengan nilai pembangunan huntap pemerintah pusat sebesar Rp60 juta per unit.
Gubernur menambahkan, bila data dari BNPB menunjukkan huntap sudah tercover, anggaran tersebut akan dialihkan untuk memperkuat pembangunan huntap BNPB.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui BNPB menyiapkan 5.951 unit huntap, perbaikan infrastruktur, serta pengiriman bantuan logistik di Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat.
Ketua BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memastikan bantuan untuk pengungsi tetap berlanjut meski status bencana telah dicabut.
Bantuan termasuk Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, Rp3 juta untuk pengganti isi rumah, dan Rp5 juta modal usaha bagi pengusaha terdampak.
Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Tito Karnavian, menilai kondisi daerah terdampak mulai kembali normal.
Indikatornya mencakup pemerintahan berjalan lancar dari provinsi hingga desa, layanan publik membaik, akses transportasi lancar, aktivitas ekonomi berjalan, serta ketersediaan SPBU, gas, elpiji, listrik, internet, dan air minum.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, unsur Forkopimda, seluruh bupati dan walikota terdampak, Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta OPD terkait.*
Baca Juga:
(ad)
MEDAN Seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor ditangkap warga di Kelurahan Padang Bulan, Medan, Senin (12/1). Aksi tangkap basah i
HUKUM DAN KRIMINAL
GROBOGAN Sebanyak 803 warga di Kabupaten Grobogan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementa
KESEHATAN
TEHERAN Puluhan ribu warga Iran memadati jalanan ibu kota Teheran pada Senin (12/1/2026) dalam aksi propemerintah, sebagai respons atas
INTERNASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Turnamen sepakbola AmaAma Cup Kota Padangsidimpuan kembali menyuguhkan pertandingan seru antara Huta Padang FC melawan
OLAHRAGA
MEDAN Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang siswi SD di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Me
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Harga cabai merah di sejumlah pasar Kota Binjai tetap murah dalam beberapa hari terakhir, sementara komoditas lain seperti bawang
EKONOMI
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa seAceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Ace
PEMERINTAHAN
ACEH UTARA Bunda Guru Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, menekankan pentingnya menjaga semangat belajar siswa pascabanj
PENDIDIKAN
KUALA SIMPANG Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, meresmikan pematangan lahan Hunian Tetap (Huntap) Polri
NASIONAL
MEDAN Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utar
NASIONAL