Perayaan Misa Ekaristi Awal Tahun di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, berlangsung khidmat meski diguyur hujan deras sejak pagi hingga sore, Senin (12/1/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Rombongan tiba di Teras 5, titik tertinggi Gunung Padang, tepat saat hujan mendadak reda, menambah suasana sakral yang tak terlupakan.
Misa dipimpin Romo Yos Bintoro, Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PWI Pusat, Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo dan Maria Brida Nova.
Kegiatan turut didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, beserta tim juru pelihara Atma.
Sebelum pendakian, rombongan menjalani ritual pembasuhan tangan, wajah, dan kepala, serta meminum air dari mata air Gunung Padang.
Ritual ini melambangkan penyucian diri dan penghormatan terhadap situs purba yang telah menopang kehidupan manusia selama ribuan tahun.
Perjalanan menuju puncak dipenuhi pengalaman spiritual. Sejumlah peserta mencium aroma bunga lembut yang muncul tanpa sumber jelas.
Di Teras 1, percikan air misterius sempat mengenai tubuh beberapa peserta meski hujan telah berhenti, menambah kesan magis malam itu.
Puncak khidmat terjadi saat konsekrasi Ekaristi di Teras 5. Awan tebal tersibak, menyingkap cahaya malam dan menampakkan bintang-bintang serta planet Venus yang bersinar terang.
Romo Yos Bintoro menyebut perayaan tersebut sebagai doa lintas iman untuk Indonesia sekaligus pertobatan manusia atas kerusakan ekologis yang diakibatkan ulah manusia.
Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, menambahkan bahwa malam Selasa Kliwon memiliki makna khusus sebagai "malam cahaya," sejalan dengan filosofi Gunung Padang sebagai tempat terang.
Sementara Brigjen Pardosi mengaku merasakan ketenangan batin yang mendalam dan berharap doa yang dipanjatkan membawa kesadaran kolektif untuk menjaga alam dan bangsa.