Selain jalan, tumpukan kayu viral di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang juga telah dibersihkan 100 persen.
Kayu-kayu tersebut kini ditumpuk di luar lokasi, sisanya dimanfaatkan sebagai tanggul.
Proses pembersihan kayu lainnya di kawasan Kota Lintang Bawah juga telah selesai, dan pemanfaatan kayu akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
Untuk lumpur di rumah warga, Arif menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Lumpur dari rumah akan ditumpuk di pinggir jalan, kemudian diangkut oleh tim gabungan.
Dalam penanganan pasca-banjir, BNPB juga mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) tahap dua di Kecamatan Banda Pusaka, tepatnya di Desa Babo dan Desa Alur Jambu.
Selain itu, pembangunan huntara mandiri juga sedang berjalan di sejumlah lokasi.
Arif menegaskan, penempatan pengungsi menjadi kewenangan pemerintah daerah, sementara BNPB bertugas mendukung percepatan pembangunan serta penyediaan fasilitas bagi warga terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tabah dan bersabar. Pemerintah hadir dan terus bergerak dalam percepatan penanganan bencana ini," pungkas Arif.*