"Kalau datanya sudah siap, kita harapkan penyaluran secara bertahap bisa dilakukan di akhir bulan Januari ini. Dana yang sudah disiapkan on call sebesar Rp 600 miliar tahap pertama," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Gus Ipul menjelaskan, penyaluran bansos masih berfokus pada proses sinkronisasi dan validasi data penerima bersama pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bantuan yang disiapkan mencakup:
- Santunan korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta per ahli waris. - Bantuan korban luka berat sebesar Rp 5 juta per orang. - Bantuan pemulihan rumah tangga senilai Rp 3 juta per keluarga untuk membeli peralatan dapur dan perabotan dasar. - Dukungan pemulihan ekonomi Rp 5 juta per keluarga. - Bantuan jaminan hidup Rp 450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan.
Gus Ipul menekankan proses pendataan penerima manfaat melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari BNPB, pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga Kemendagri.
"Datanya dari BNPB, ditetapkan Bupati/Wali Kota, diverifikasi aparat penegak hukum, dicocokkan Dukcapil, baru ditetapkan sebagai penerima manfaat," tambahnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap bantuan bisa segera meringankan beban warga terdampak banjir dan mendukung proses pemulihan.*
(ds/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Mensos Ungkap Penyaluran Bansos Korban Banjir Sumatera Dimulai Akhir Januari