Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan usai resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza. (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Keputusan ini langsung menimbulkan perhatian Komisi I DPR RI, yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan resmi pemerintah terkait dasar dan arah kebijakan tersebut.
"Komisi I DPR RI mencermati dengan serius keputusan Pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam DewanPerdamaian terkait Gaza yang diprakarsai Presiden Amerika SerikatDonald Trump bersama sejumlah negara lain," kata Oleh Soleh dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia harus ditempatkan secara hati-hati dan kritis, serta berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
"Perdamaian yang sejati tidak dapat dilepaskan dari prinsip keadilan," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan hak asasi manusia, serta pemenuhan hak rakyat Palestina atas kemerdekaan.
Oleh Soleh mengingatkan bahwa perdamaian tidak boleh dimaknai sebatas gencatan senjata tanpa penyelesaian akar konflik yang mendasar.
Indonesia harus konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) dan tidak mengesampingkan peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik Palestina–Israel.
"Peran Indonesia dalam DewanPerdamaian harus bersifat substantif, bermakna, dan independen, bukan simbolik, serta tidak bertentangan dengan sikap resmi Indonesia yang selama ini menolak segala bentuk penjajahan," ujarnya.
Komisi I DPR RI memastikan akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, termasuk meminta penjelasan resmi pemerintah terkait dasar hukum, mandat, posisi Indonesia, serta dampak politik dan diplomatik bagi kepentingan nasional.
Indonesia resmi bergabung dalam DewanPerdamaian yang diprakarsai AS, dengan Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam forum tersebut.
Momen itu ditandai interaksi antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump yang berjabat tangan di atas panggung utama dengan latar biru bertuliskan "Board of Peace."
Meski begitu, dalam pidatonya, Trump tidak secara spesifik menyinggung isu Palestina atau konflik di Timur Tengah, melainkan menekankan bahwa DewanPerdamaian merupakan proyek besar yang menurutnya dapat memberikan dampak nyata.
"Kami memiliki banyak pihak yang ingin bergabung karena forum ini benar-benar akan menjadi penting," ujar Trump.
Selain Indonesia, negara yang tergabung dalam DewanPerdamaian antara lain Pakistan, Mesir, Jordania, Uni Emirat Arab, Turki, Saudi Arabia, Qatar, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, dan Paraguay.
Langkah diplomatikIndonesia ini mendapat sorotan publik, terutama terkait peran substantif Indonesia dalam menjaga prinsip keadilan bagi rakyat Palestina serta menjaga independensi kebijakan luar negeri.*
(tb/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Indonesia Resmi Bergabung di Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump, DPR Minta Penjelasan Pemerintah