BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

PT Gag Nikel Kembali Beroperasi, Menteri LH Buka Suara

Abyadi Siregar - Selasa, 27 Januari 2026 10:11 WIB
PT Gag Nikel Kembali Beroperasi, Menteri LH Buka Suara
PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Operasional PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, kini kembali berjalan setelah perusahaan melaksanakan rekomendasi hasil audit lingkungan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, perusahaan akan diawasi secara ketat guna memastikan perbaikan tata kelola lingkungan berjalan optimal.

"Audit lingkungan menghasilkan rekomendasi perbaikan perizinan lingkungan. Gag Nikel berada pada posisi memperbaiki persetujuan lingkungannya, dan operasionalnya akan diawasi lebih intensif," ujar Hanif saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (26/1/2026).

Baca Juga:

Hanif menjelaskan, audit lingkungan dapat menghasilkan tiga kemungkinan keputusan: perbaikan perizinan lingkungan, perubahan metodologi, atau pencabutan izin.

Dalam kasus Gag Nikel, hasil audit menunjukkan perbaikan, sehingga aktivitas pertambangan dapat dilanjutkan dengan pengawasan ketat oleh auditor independen setiap tiga bulan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menambahkan, PT Gag Nikel sebelumnya dibekukan operasionalnya pada 5 Juni 2025.

Saat itu, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) ini belum memperoleh izin operasi penuh.

"Perusahaan kembali diizinkan beroperasi untuk memastikan audit lingkungan dapat dilakukan secara menyeluruh dalam kondisi aktif," ujar Tri.

Gag Nikel merupakan pemegang kontrak karya Generasi VII dengan luas wilayah 13.136 hektare di Pulau Gag. Berdasarkan SK Menteri ESDM No. 430.K/30/DJB/2017, kontrak karya berlaku hingga 30 November 2047.

Selama 2018–2024, perusahaan telah memproduksi 15,6 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel, dengan tingkat produksi puncak mencapai 3 juta wmt pada 2021, 2023, dan 2024.

Penjualan hampir seluruhnya menyasar pasar ekspor, mencapai 15,4 juta wmt dalam kurun waktu yang sama.


Cadangan bijih nikel di Pulau Gag tercatat sebesar 59 juta wmt, sementara potensi sumber daya diperkirakan mencapai 318 juta wmt, menurut data Antam per Agustus 2024.

Pemerintah menegaskan, pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan operasional Gag Nikel tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan.*


(bb/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PLTA Batang Toru Ajukan Banding Usai Izin Lingkungan Perusahaan Dicabut, Menteri LH Buka Suara
KLH Gugat 6 Perusahaan di Sumut Senilai Rp 4,9 Triliun, atas Dugaan Perparah Bencana di Sumut
Tak Main-main! Menteri LH Beri Sinyal Akan Kembali Gugat Perdata Perusahaan Penyebab Bencana di Sumatera
Izin 28 Perusahaan di Sumatera Dicabut, Bagaimana Nasib Pekerjanya? Ini Penjelasan Mensesneg
Banjir Bandang Batang Toru: Negara Diminta Segera Tetapkan Tersangka, Pencabutan Izin Dinilai Belum Cukup
Bupati Tapanuli Tengah Gandeng Akademisi USU untuk Pulihkan Lingkungan dan Ekonomi Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru