BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Salat Subuh di Masjid Negara IKN, Bangun Koneksi Spiritual Antar Masjid Istiqlal dan IKN

Dharma - Sabtu, 21 Februari 2026 19:44 WIB
Menag Nasaruddin Umar Pimpin Salat Subuh di Masjid Negara IKN, Bangun Koneksi Spiritual Antar Masjid Istiqlal dan IKN
Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengimami jemaah salat di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu subuh (21/2/2026). (foto: nasaruddin_umar/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALIKPAPAN – Di tengah rimbunnya belantara Kalimantan yang tengah bertransformasi menjadi ibu kota negara baru, sebuah narasi spiritual yang menyatukan dua kutub peradaban Indonesia mulai dipahatkan.

Sabtu subuh (21/2/2026), Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengimami jemaah salat di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di bawah kubah megah berbentuk sorban, Menag membawa misi besar untuk menyatukan spiritualitas Indonesia melalui teknologi.

Baca Juga:

Kehadiran Nasaruddin di Masjid Negara IKN bukan hanya sebagai bagian dari prosesi keagamaan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk mewujudkan visi Presiden dan pemerintah dalam membangun IKN sebagai pusat peradaban yang beretika dan berorientasi pada teknologi.

Menag mengungkapkan bahwa Masjid Negara IKN akan menjadi "masjid kembar" dengan Masjid Istiqlal Jakarta, dengan peran yang tak hanya terikat pada lokasi fisik, tetapi juga pada konektivitas spiritual yang melintasi batas waktu dan tempat.

"Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN akan terhubung dengan teknologi real-time. Setiap kajian ilmiah yang berlangsung di Istiqlal akan dapat disaksikan di sini, begitu pula sebaliknya. Ini bukan sekadar teknologi, tetapi sebuah jembatan spiritual yang menghubungkan Barat dan Timur," ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

Visi "masjid kembar" ini melibatkan penggunaan teknologi canggih untuk menghubungkan program-program keagamaan di kedua masjid tersebut, memungkinkan umat untuk saling berbagi ilmu secara langsung.

Dengan begitu, setiap kegiatan pengajian di Masjid Istiqlal yang merupakan pusat keagamaan di Jakarta akan bisa disaksikan oleh jemaah di IKN dalam waktu nyata melalui platform digital seperti Zoom.

Lebih dari sekadar layar digital, program ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dibangun melalui program beasiswa LPDP dan Pendidikan Kader Ulama (PKU), khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

Program ini dipandang sebagai perluasan dari peran Masjid Istiqlal yang telah lama berperan sebagai pusat kaderisasi ulama di Indonesia bagian Barat.

Di tengah transformasi IKN yang berkembang pesat dalam setahun terakhir, Nasaruddin mengungkapkan harapannya agar IKN tidak hanya sekadar menjadi kota fisik dengan gedung-gedung megah seperti Istana Garuda atau kementerian-kementerian, tetapi juga menjadi kota yang memiliki sentuhan spiritual yang kuat.

IKN, menurut Menag, harus menjadi kota yang "maḥbūb," sebuah istilah Arab yang berarti "yang dicintai" atau "yang dirindukan."

"Semoga IKN ke depan menjadi kota yang dirindukan, kota yang penuh berkah. Setiap aktivitas yang dilakukan di sini, harus dimulai dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim sebagai sumber keberkahan," kata Nasaruddin.

Harapannya, IKN akan tetap tegak di atas prinsip-prinsip etika dan nilai-nilai spiritual, meskipun berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.

Kehadiran program keagamaan yang terintegrasi ini juga mendapat sambutan hangat dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, program yang dibawa oleh Kementerian Agama sangat krusial untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dan pembangunan moral di IKN.

"Ternyata doa kami langsung dijawab oleh Allah SWT. Menteri Agama membawa dua ton kurma sebagai rezeki lahir, sekaligus Al-Qur'an dan program keumatan sebagai rezeki batin," ungkap Basuki dengan penuh syukur, merujuk pada kunjungan Menag yang membawa simbol keberkahan baik dalam bentuk material maupun spiritual.

Momen ini terasa semakin syahdu karena bertepatan dengan suasana Ramadan 1447 Hijriah.

Pada malam sebelumnya, Jumat (20/2/2026), Menag Nasaruddin mengimami ribuan jemaah Salat Tarawih di Masjid Negara IKN.

Dalam khutbahnya, Nasaruddin mengajak umat untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk "naik kelas" dalam beribadah.

"Ibadah di IKN harus melampaui sekadar formalitas ritual. Harus ada keikhlasan murni yang berdampak pada kehidupan sosial. Ibadah harus menjadi sarana untuk menciptakan harmoni antara manusia, pencipta, dan alam," ujarnya, sembari menanam pohon di pelataran masjid sebagai simbol harmoni antara spiritualitas dan konservasi alam.*


(km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gibran Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren
Main Game Saat Ramadhan Bisa Jadi Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya
Penangkapan Imam Masjid Al Aqsa, MPR Minta RI Turun Tangan di Dewan Perdamaian
Sinergi Pusat-Daerah: Mendagri Dampingi Penyaluran Bantuan di Aceh Utara
Setahun Pimpin Medan, Rico Waas Klaim Nilai A Pelayanan Publik dan Investasi Tembus Rp 14,5 Triliun
Malam Ke-3 Ramadhan, Ustad Jumana Farid Ingatkan Jamaah: "Sholat Adalah Tiang Agama"
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru