Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., memimpin aksi bersih sampah laut dan kerja bakti yang diikuti sekitar 500 peserta di sepanjang pesisir pantai, Kecamatan Kuta, Minggu (22/2/2026). (foto: Ist/BTV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menyelenggarakan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan mengusung tema "Kolaborasi untuk Indonesia Asri" di Shelter Kebencanaan Baruna, Jl. Kuta Art Market, Kecamatan Kuta, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini menitikberatkan pada aksi bersih sampah laut dan kerja bakti yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, ASN, TNI, Polri, hingga pelajar.
Apel pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., didampingi Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Badung, unsur Forkopimda, pejabat pemerintah, serta organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan serta penegakan hukum terhadap pelanggar norma lingkungan.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum nyata untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah dari konvensional 'kumpul-angkut-buang' menuju prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta ekonomi sirkuler," tegasnya.
Setelah apel, aksi lapangan (korve) dipimpin langsung oleh Bupati bersama Forkopimda dengan membersihkan sampah laut sepanjang pesisir pantai.
Kegiatan didukung peralatan memadai, termasuk 4 unit loder, sapu, argo, karung sampah, dan mobil DLHK Kabupaten Badung, untuk memastikan upaya mitigasi sampah plastik berjalan optimal.
Dandim 1611/Badung menyebut kegiatan ini sebagai implementasi strategis memperkuat sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir, yang menjadi aset vital bagi sektor pariwisata.
Selain itu, kegiatan juga menjadi wadah edukasi Gerakan Nasional "Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Rapi, Indah) yang dicanangkan Presiden RI, untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.