BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Ulama dan Tokoh Masyarakat Hadiri Bukber Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Ada Mamah Dedeh hingga Buya Yahya

Adelia Syafitri - Kamis, 05 Maret 2026 19:59 WIB
Ulama dan Tokoh Masyarakat Hadiri Bukber Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Ada Mamah Dedeh hingga Buya Yahya
Mamah Dedeh tampak menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (foto: cnn/Muhammad Naufal)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dengan para tokoh agama di bulan Ramadan.

Pantauan di lokasi, sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Subki Al Bughury, Dedeh Rosidah yang dikenal sebagai Mamah Dedeh, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Nabiel bin Fuad Al Musawa, serta Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.

Baca Juga:

Subki Al Bughury mengatakan dirinya menerima undangan untuk menghadiri silaturahmi sekaligus buka puasa bersama di Istana.

Namun ia mengaku belum mengetahui apakah akan ada pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut.

"Kalau di sini alhamdulillah untuk buka puasa bersama. Undangannya silaturahmi dan buka puasa bersama," kata Subki sebelum acara dimulai.

Ia juga belum mengetahui apakah akan ada diskusi terkait situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Subki menyatakan siap memberikan pandangan apabila diperlukan.

"Kalau memang nanti pendapat kita dibutuhkan, ya pasti kita membantu," ujarnya.

Subki menambahkan bahwa saat ini dirinya lebih fokus pada aktivitas membawa jemaah umrah.

Menurut dia, konflik yang terjadi di Timur Tengah turut berdampak pada perjalanan jemaah, termasuk kendala penerbangan.

"Saya lagi fokus jemaah yang mau berangkat. Yang saya inginkan adalah perdamaian supaya jemaah yang tertahan bisa pulang dan yang belum berangkat bisa berangkat," katanya.

Sementara itu, Buya Yahya mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum menghadirkan kedamaian dan kebaikan.

"Ramadan ini kita jadikan Ramadan kebaikan, Ramadan damai, Ramadan keindahan," kata Buya Yahya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mendoakan para pemimpin negara agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Menurutnya, memimpin negara merupakan tanggung jawab yang tidak ringan.

"Menjadi presiden itu tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar sukses menjalankan tugas," ujarnya.

Buya Yahya menilai kondisi Indonesia saat ini relatif kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pribadi, keluarga, maupun sosial dengan baik.

"Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan kewajiban pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan dengan baik," katanya.*


(in/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jimly Asshiddiqie Usulkan Indonesia Tangguhkan Keanggotaan Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
Kasus Kekerasan Anak Masih Tinggi, Pemprov Sumut Gandeng LPSK Perkuat Perlindungan Saksi dan Korban
Aceh Terima Tambahan Rp10,65 Triliun untuk Penanganan Daerah Terdampak Bencana
Presiden Tunjuk Bahlil Lahadalia Pimpin Satgas Percepatan Energi Bersih, Target Konversi Motor Listrik Capai 6 Juta Unit/Tahun
Kanwil Kemenkum Bali Teken Perjanjian Bantuan Hukum 2026, Pastikan Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Koalisi Desak PT GRUTI dan PT Teluk Nauli Hentikan Operasi di Kepulauan Batu! Ekosistem Rusak, Delapan Warga Tewas Diserang Buaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru