JAKARTA – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan instruksi seluruh prajurit TNI untuk berada dalam status siaga 1, menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dan perkembangan situasi keamanan dalam negeri.
Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Nomor TR/283/2026, yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun, di Jakarta pada Minggu (1/3/2026).
Telegram ini berisi tujuh instruksi utama yang wajib dijalankan seluruh jajaran TNI.
1. Siaga dan Patroli Objek Vital – Pangkotamaops TNI diminta menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya serta melakukan patroli di objek vital strategis, termasuk bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, terminal bus, dan kantor PLN.
2. Deteksi Udara 24 Jam – Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan pengamatan udara dan deteksi dini secara kontinu.
3. Perencanaan Evakuasi WNI – Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menugaskan Atase Pertahanan RI di negara terdampak untuk mendata WNI, memetakan risiko, dan merencanakan evakuasi bila diperlukan, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI.
4. Patroli Kodam Jaya – Kodam Jaya/Jayakarta melakukan patroli di obvit strategis dan kedutaan, serta mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.
5. Deteksi Dini Intelijen – Satuan intelijen TNI melakukan deteksi dini terhadap kelompok berpotensi mengancam keamanan obvit strategis dan kedutaan.
6. Siaga Satuan – Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) menegaskan seluruh satuan agar berada dalam status siaga.
7. Pelaporan Berkala – Setiap perkembangan situasi harus dilaporkan langsung kepada Panglima TNI.
"Telegram ini merupakan perintah resmi yang harus dijalankan seluruh prajurit," bunyi keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Telegram tersebut ditujukan kepada seluruh pejabat utama TNI, termasuk KSAD, KSAL, KSAU, Kasum TNI, Irjen TNI, Asops Panglima TNI, para Pangkotamaops, Dansesko, Danjen Akademi TNI, Kabais TNI, dan jajaran terkait lainnya.
Keputusan ini menegaskan kesiapsiagaan TNI untuk menghadapi potensi ancaman dari luar maupun dalam negeri, sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah ketegangan global yang meningkat.*