BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

BGN: MBG Bukan Bisnis, Tapi Investasi Sosial

Nurul - Sabtu, 07 Maret 2026 22:57 WIB
BGN: MBG Bukan Bisnis, Tapi Investasi Sosial
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (foto: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan dirancang sebagai program bisnis.

Menurutnya, program ini lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat miskin.

"Jadi Pak Prabowo itu menganggap program MBG itu bukan orientasi bisnis," ujar Nanik dalam workshop bertajuk Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga:

Gagasan MBG berawal dari pengalaman Prabowo saat melihat kondisi masyarakat di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada 2012.

Saat itu, warga mengais sisa makanan dari buruh pabrik untuk dikonsumsi bersama keluarga mereka.

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan makanan yang layak," ujar Nanik.

Sejak itu, MBG dirancang sebagai investasi sosial dan kemanusiaan. Pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG.

Namun, Nanik mengakui, seiring berjalannya waktu, muncul pihak yang mendirikan yayasan semata-mata untuk mengelola dapur MBG dengan orientasi bisnis.

"Akhirnya target (MBG) sangat tinggi sekali, muncullah 'ternak-ternak' yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," katanya.

Untuk menjaga tujuan kemanusiaan program ini, Nanik menegaskan, BGN akan terus mengevaluasi seluruh mitra penyelenggara MBG.

Kontrak kerja sama dengan mitra berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi.

"Mereka lupa, mereka hanya kontrak satu tahun yang bisa diperpanjang. Artinya, sewaktu-waktu kita bisa sudahi kerja sama dengan mereka. Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi MBG adalah program kemanusiaan, investasi sosial," tegasnya.

Dengan langkah evaluasi tersebut, pemerintah berharap program MBG tetap fokus pada pemberian makanan bergizi bagi masyarakat miskin dan anak-anak, bukan untuk kepentingan keuntungan pihak tertentu.*


(km/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nuzulul Qur’an 1447 H di Padangsidimpuan: Wali Kota Ajak Masyarakat Cintai dan Amalkan Nilai Al-Qur’an
25 Ribu Dapur MBG Diperiksa, Banyak SPPG Belum Penuhi Standar Higiene dan Sanitasi
Viral! Surat Edaran Minta THR Pegawai Desa Jampang ke Pengusaha, Kades Minta Maaf
Belum Miliki Sertifikat Higiene dan Sanitasi, 492 Dapur MBG di Sumatera Ditutup Sementara
DPRD Medan Kritik Sistem Pendaftaran Mudik Gratis, Warga Banyak Kecewa
Pemerintah Perkuat Sistem Merit, Bersihkan ASN dari Praktik KKN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru