BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Menaker Yassierli: Perusahaan Tak Cukup Hanya Memberi Pekerjaan, Pekerja Harus Diberi Ruang Berkembang

Raman Krisna - Selasa, 10 Maret 2026 07:37 WIB
Menaker Yassierli: Perusahaan Tak Cukup Hanya Memberi Pekerjaan, Pekerja Harus Diberi Ruang Berkembang
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (foto: Biro Humas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perusahaan tidak cukup hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus berkembang.

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan meningkatkan kemampuan dan menghadapi perubahan dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan itu menilai pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap tenaga kerja, upaya memberdayakan pekerja juga dinilai sebagai strategi jangka panjang bagi perusahaan.

"Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang," ujar Yassierli di Jakarta.

Menurut dia, pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban semata, tetapi juga memiliki rasa memiliki terhadap perusahaan.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan keterikatan pekerja sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.

"Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka," kata Yassierli.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.

Menurut dia, nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial ke depan.

"Ada yang hilang dari DNA kita. Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Menurut saya DNA ini harus kita bangkitkan kembali," tuturnya.

Yassierli mengaku prihatin apabila masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun di sebuah perusahaan tanpa mengalami perkembangan karier maupun peningkatan keterampilan.

Menurut dia, kondisi semacam itu tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena setiap individu memiliki potensi untuk berkembang.

"Yang juga membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang," ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan tugas perusahaan bukan hanya memberi pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja menemukan potensi terbaiknya serta memperluas keterampilan mereka.

Sebagai contoh, ia mendorong pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk kemampuan komputer.

Hal tersebut dinilai penting agar pekerja memiliki bekal untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

"Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu," kata Yassierli.


Dalam kesempatan itu, ia juga berharap PT Jasa Marga dapat menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya menjaga hubungan industrial tetap harmonis, tetapi juga mempersiapkan pekerja menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Yassierli, dunia kerja saat ini menghadapi tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi pekerja maupun perusahaan.

"Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci," ujarnya.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Yudhi Sadewa: Program MBG Prioritas, Belanja Tidak Produktif Akan Dicoret
Menteri PU Sambangi Kejati Sumut, Dorong Pemulihan Infrastruktur dan Dampak Bencana
Bersih-bersih Proyek PU, Kejaksaan Pantau Dugaan Penyimpangan Cipta Karya di Sumut
Harga Minyak Dunia Tembus 113 Dolar AS per Barel, Pemerintah Klaim APBN Masih Aman
Binjai Catat Rekor Investasi 591 Persen! Sekda Tekankan Pelayanan Perizinan Cepat dan Profesional
Presiden Prabowo Pimpin Lima Rapat Strategis: Bahas 10 Kampus Baru, Mahasiswa Palestina, dan Kesiapan Mudik Lebaran 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru