BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Prabowo: Kepemimpinan adalah Takdir, Kekuasaan untuk Lindungi Seluruh Rakyat Indonesia

Adelia Syafitri - Rabu, 11 Maret 2026 09:48 WIB
Prabowo: Kepemimpinan adalah Takdir, Kekuasaan untuk Lindungi Seluruh Rakyat Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang harus dijalankan untuk membela kebenaran, menegakkan keadilan, dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

"Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, serta untuk melindungi dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat yang dipimpin," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Peringatan Nuzulul Qur'an, kata Prabowo, sekaligus menjadi pengingat agar seluruh pejabat negara menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab dan keikhlasan.

Ia menekankan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.

"Seluruh rakyat Indonesia, apapun sukunya, rasnya, atau agamanya, harus dilindungi, dijaga, diurus, dirawat, dan dibina. Karena itu, saya sadar harus bekerja keras untuk menjaga perdamaian," tegas mantan Menteri Pertahanan itu.

Selain itu, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia dan membangun hubungan persahabatan dengan semua negara.

"Bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan saya dan seluruh pembantu saya bertekad memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, tanpa campur tangan dalam urusan internal negara lain. Kami menghormati semua kekuatan, besar maupun kecil," tambahnya.

Pernyataan ini menjadi salah satu bentuk penekanan pemerintah bahwa diplomasi Indonesia tetap berdasar pada prinsip kedaulatan, keadilan, dan perdamaian internasional.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Dunia Saat Ini Penuh Bahaya, Banyak Pemimpin Dunia Belum Mampu Menjaga Perdamaian
Wagub Sumut Surya Ajak Masyarakat Sergai Jaga Kerukunan di Bulan Ramadan 2026
Mahfud MD: Ini Waktunya Indonesia Pertimbangkan Keluar dari Board of Peace
Memuja Perang, Merindukan Perdamaian: Si Vis Pacem Para Bellum
FOMO, Depresi, dan Cyber Bullying: Bahaya Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Presiden Prabowo Subianto Memimpin Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Nasional di Istana Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru