BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Natalius Pigai: Pers Adalah Pilar Pembangunan HAM

gusWedha - Kamis, 12 Maret 2026 10:05 WIB
Natalius Pigai: Pers Adalah Pilar Pembangunan HAM
Menteri HAM, Natalius Pigai, Wamen Komdigi, Nezar Patria, dan Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, saat Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Hak Asasi Manusia di Indonesia, Rabu (11/3/2026), di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. (foto: Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media massa untuk memperkuat pembangunan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Selain berperan sebagai penyebar informasi, media juga dianggap sebagai pilar penting dalam membangun kesadaran publik dan praktik demokrasi.

Menteri HAM, Natalius Pigai, menyampaikan hal tersebut saat Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan HAM di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

Baca Juga:

"Tanpa melibatkan komunitas media, jelas susah. Pers merupakan kekuatan terbesar yang mampu membangun peradaban pembangunan hak asasi manusia di negara kita, Republik Indonesia. Jadi pers itu pilar pembangunan HAM," ujar Pigai.

Menurut Pigai, media memiliki peran strategis dalam mengampanyekan pembangunan HAM di berbagai sektor, mulai dari sipil dan politik hingga ekonomi, sosial, dan budaya.

Melalui kolaborasi ini, ruang dialog konstruktif dapat dibangun, memperkuat partisipasi publik, serta mendorong terciptanya peradaban yang berlandaskan penghormatan terhadap HAM.

Sebagai bagian dari program ini, Kementerian HAM menyiapkan sejumlah kegiatan nasional untuk kalangan jurnalis, termasuk kelas pendidikan HAM, kompetisi karya jurnalistik, dan anugerah penghargaan.

Natalius Pigai menegaskan, kegiatan ini akan memperkuat peran pers dalam mendorong pembangunan peradaban HAM di Indonesia.

"Kami akan mengadakan Kelas HAM untuk Jurnalis, sehingga semua wartawan di Indonesia dapat memperoleh ilmu pengetahuan mengenai HAM," ujar Pigai.

Ia menambahkan, kompetisi karya jurnalistik akan menilai laporan yang mengangkat isu HAM, pengungkapan fakta penderitaan, hingga upaya menghadirkan keadilan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan bahwa pers juga berperan sebagai pembela HAM.

"Tugas jurnalis yang melaporkan pelanggaran HAM dan mengawasi jalannya kekuasaan menjadikan profesi ini berkontribusi langsung dalam perlindungan hak manusia," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Tanjungbalai Buka Rakor Penyusunan LKPJ Wali Kota Tahun 2025
Wali Kota Mahyaruddin Terima Audiensi PKH Bahas Kolaborasi Pengentasan dan Penurunan Angka Kemiskinan di Kota Tanjungbalai
Hadiri Pertemuan dengan Insan Pers, Wali Kota Mahyaruddin: Peran Pers Hadir Ciptakan Opini Baik Tentang Tanjungbalai Dukung Visi Tanjungbalai EMAS
KPK RI Observasi Asahan sebagai Calon Kabupaten Percontohan Anti Korupsi 2026
Tradisi Berbagi, Victor Oktapianus Saragih Ketua Bravo 5 Salurkan 350 Paket Lebaran untuk Jurnalis dan LSM Di Kabupaten Batu Bara
Malaikat Jibril dan Panji Hijau: Empat Golongan yang Terhalang Rahmat Malam Lailatul Qadar, Apakah Anda Termasuk?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru