Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
JAKARTA — Fenomena "hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah" kini dinilai bukan sekadar persepsi publik, melainkan gejala nyata dalam praktik birokrasi dan politik di Indonesia.
Maraknya pernyataan keras pejabat yang disertai ultimatum seringkali tidak diikuti tindakan nyata atau sanksi tegas, menimbulkan ketidakpercayaan publik.
Pengamat politik Samuel F. Silaen menilai pola semacam ini mencerminkan retorika kosong dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, banyak pejabat terdengar tegas di ruang publik, namun pernyataan tersebut jarang diwujudkan dalam bentuk tindakan hukum.Baca Juga:
"Ketika pejabat hanya mengeluarkan ultimatum kepada bawahan tanpa eksekusi hukuman yang jelas, itu merupakan bentuk klasik dari retorika kosong dalam birokrasi dan panggung politik. Kata-kata yang terdengar tegas tidak pernah bertransformasi menjadi tindakan yang benar-benar koersif," ujar Silaen kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Silaen menjelaskan praktik semacam ini dapat memicu pembiaran terstruktur dan sistematis, yang berpotensi menjerumuskan elite kekuasaan ke dalam kerusakan sistemik.
Fenomena yang ia sebut "sindrom macan ompong" muncul ketika pejabat atau institusi negara berulang kali melontarkan ancaman atau peringatan, namun tidak menindaklanjutinya.
"Publik cepat membaca pola tersebut. Akibatnya, wibawa negara atau institusi merosot tajam. Pernyataan pejabat tidak lagi dianggap instrumen hukum yang mengikat, melainkan kebisingan birokrasi," tambahnya.
Lebih jauh, Silaen menyoroti dampak pada perilaku pelanggar.
Jika risiko dijatuhkannya sanksi kecil atau nihil, pelanggaran akan dianggap sebagai biaya operasional yang wajar, sehingga menormalisasi praktik pelanggaran hingga menjadi budaya.
Ia juga menekankan, tidak sedikit pernyataan keras pejabat sebenarnya untuk konsumsi media dan menjaga citra publik.
"Ini sering menjadi strategi komunikasi politik agar pejabat terlihat tegas, namun saat masalah muncul kembali, mereka memiliki alibi menghindari tanggung jawab," jelas Silaen.
Pengamat itu menegaskan, ketegasan pejabat seharusnya diukur dari kepastian hukum yang ditegakkan, bukan dari kerasnya kata-kata di depan publik.
BANDA ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025. Hingga 27 Ju
EKONOMI
LHOKSEUMAWE Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai merealisasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung program rehabilitasi dan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
SURABAYA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingka
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung m
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut dirinya bakal merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mencabut laporan polisi terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea terkait pernyataannya
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi ters
NASIONAL