BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Prabowo: Jika Tak Masuk BoP, Kita Tak Bisa Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Dharma - Kamis, 19 Maret 2026 20:41 WIB
Prabowo: Jika Tak Masuk BoP, Kita Tak Bisa Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam diskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam (17/3/2026). (foto: Najwa Shihab/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjelaskan bahwa keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) merupakan hasil pertimbangan matang dengan tujuan utama untuk mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam (17/3/2026).

Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula pada 23 September 2025, ketika ia memberikan pidato di Sidang Umum PBB.

Baca Juga:

Dalam pidato tersebut, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta mendorong solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan menuju perdamaian di kawasan tersebut.

Setelah pidato tersebut, lanjut Prabowo, ia bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim, yang tergabung dalam Group of Eight (G8), diundang oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk pertemuan pada hari yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengusulkan rencana 21 poin untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Gaza, yang kemudian menarik perhatian Indonesia dan negara-negara lainnya dalam G8.

Prabowo mengungkapkan bahwa ia tertarik pada poin ke-19 dan ke-20 dari proposal tersebut, yang berisi janji bahwa Palestina akan diberikan jalan untuk menjadi negara merdeka dan dapat menentukan nasibnya sendiri.

Selain itu, rencana tersebut mencakup fasilitasi dialog antara Israel dan Palestina untuk menciptakan perdamaian yang abadi.

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang untuk kemerdekaan Palestina, walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," kata Prabowo, mengenang momen tersebut.

Setelah pertemuan tersebut, ide tentang pembentukan BoP muncul, yang kemudian diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

G8, termasuk Indonesia, kembali mengadakan perundingan untuk memutuskan apakah mereka akan bergabung dalam BoP atau tidak.

Prabowo menekankan bahwa keputusan untuk bergabung dalam BoP diambil dengan pertimbangan pragmatis, yakni bahwa dengan berada di dalamnya, Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya dapat memiliki ruang yang lebih besar untuk memengaruhi kebijakan internasional, khususnya yang berkaitan dengan Palestina.

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina)," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari BoP jika hasil-hasil keputusan dewan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia atau Palestina.

"Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," tegasnya.

Prabowo menambahkan, Indonesia selalu menjalankan perjuangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina sejak dulu dan akan terus berkomitmen untuk itu.

"Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," ungkapnya.

Prabowo berharap bahwa dengan bergabungnya Indonesia dan anggota G8 lainnya dalam BoP, mereka dapat berkontribusi positif bagi upaya perdamaian jangka panjang di Palestina.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan pendukung kuat kemerdekaan Palestina, diyakini dapat memainkan peran kunci dalam menciptakan solusi perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

"Dengan masuknya kita ke BoP, kita ingin memastikan bahwa Palestina akan mendapatkan kesempatan untuk merdeka dan hidup berdampingan dengan Israel secara damai.

Ini adalah komitmen Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina," pungkas Prabowo.

Keputusan Indonesia bergabung dengan BoP menandai langkah baru dalam diplomasi internasional yang lebih aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Langkah ini juga mencerminkan tekad Indonesia untuk berperan lebih besar dalam mencapai perdamaian global, khususnya di Timur Tengah.

Meskipun terdapat berbagai tantangan dalam prosesnya, Indonesia tetap optimistis bahwa keterlibatan aktif dalam BoP akan membuka peluang lebih besar untuk mencapai perdamaian yang abadi di Palestina.*


(tb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Prabowo: Ini Adalah Terorisme, Harus Kita Usut!
Pemerintah Akan Terapkan WFH Satu Hari Seminggu Setelah Lebaran: Hemat 1/5 Konsumsi BBM
Presiden Prabowo Panggil Rosan Roeslani, Airlangga Hartarto, dan Purbaya ke Istana: Bahas Apa?
Prabowo dan Megawati Bahas Isu Strategis dan Geopolitik di Istana Merdeka, PDIP: Ibu Miliki Pengalaman Luas Sebagai Presiden ke-5
Kehangatan Silaturahmi Prabowo-Megawati di Istana Merdeka, Momen Spesial Menjelang Idul Fitri
Aceh Utara Terima Bantuan Daging Meugang Rp 19,5 Miliar dari Presiden Prabowo, Bupati Ayahwa Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru