BREAKING NEWS
Minggu, 29 Maret 2026

Pembatasan Medsos untuk Anak Bawah 16 Tahun, Langkah Awal Lindungi Generasi Emas

Nurul - Minggu, 29 Maret 2026 13:32 WIB
Pembatasan Medsos untuk Anak Bawah 16 Tahun, Langkah Awal Lindungi Generasi Emas
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Piprim Basarah Yanuarso, pada konferensi pers di Gedung IDAI, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2025) (Foto: RRI/Fitratun Komariah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

IDAI menekankan pentingnya aktivitas fisik, interaksi sosial langsung, dan komunikasi terbuka di keluarga agar anak tidak mencari pelarian ke dunia digital secara tidak sehat.

Selain itu, literasi digital yang belum merata di masyarakat membuat kebijakan berbasis perlindungan struktural seperti PP TUNAS menjadi mendesak.

Dengan jumlah anak di bawah 16 tahun sekitar 70 juta jiwa, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan pembatasan media sosial berbasis usia secara nasional.

IDAI menegaskan, langkah ini bukan pelarangan teknologi, melainkan upaya memastikan anak siap secara mental sebelum masuk ke ekosistem digital yang kompleks dan berisiko.

"Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi langkah penting untuk mencegah generasi muda dari gangguan mental, kecanduan digital, dan hilangnya kemampuan bersosialisasi," pungkas dr. Piprim.

IDAI mengajak pemerintah, platform digital, sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk bersinergi menciptakan ekosistem digital yang aman demi masa depan anak-anak Indonesia.*

(in/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
dr Piprim Basarah Bantah Tuduhan Mangkir di RS Fatmawati: Bukan Karena Malas
Tak Ada Hubungannya dengan Kolegium Kesehatan, Menkes Budi Buka Suara soal Pemecatan Dokter Piprim: Bolos 28 Hari
Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso Dipecat, Kemenkes Bantah Terkait Kritik Kolegium Anak
IDAI Pastikan Kasus MBG Bukan Alergi, Tegas Sebagai Keracunan Makanan Massal
Kemenkes Respons Isu dr. Piprim Tak Bisa Layani Pasien BPJS di RSCM
Imbas Kebijakan Kemenkes, Dokter Piprim Tak Lagi Layani Pasien BPJS di RSCM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru