BREAKING NEWS
Selasa, 31 Maret 2026

Menaker Yassierli Minta Layanan Publik Kemnaker Lebih Cepat dan Responsif: Tak Boleh Ada Lagi Layanan Down!

Raman Krisna - Senin, 30 Maret 2026 21:32 WIB
Menaker Yassierli Minta Layanan Publik Kemnaker Lebih Cepat dan Responsif: Tak Boleh Ada Lagi Layanan Down!
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam acara Halal Bihalal Kemnaker 2026 di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (foto: Biro Humas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih mudah diakses masyarakat.

Layanan seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja disebut menjadi prioritas utama.

Menurut Yassierli, layanan tersebut harus dapat diakses secara cepat, mudah, dan responsif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja dan pencari kerja.

Baca Juga:

"Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Saya tidak ingin masih ada aplikasi yang down maupun kontak layanan yang tidak bisa dijangkau," ujar Yassierli dalam acara Halal Bihalal Kemnaker 2026 di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menilai gangguan layanan publik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap perlindungan sosial dan program ketenagakerjaan.

Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, negara dituntut hadir melalui layanan yang andal dan mudah dijangkau.

Karena itu, Yassierli meminta seluruh unit kerja di Kemnaker memperkuat koordinasi internal.

Ia menekankan bahwa satu layanan publik umumnya melibatkan banyak unit, sehingga perbaikan tidak bisa dilakukan secara parsial.

"Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Pascale­baran, kita tingkatkan kerja sama. Satu layanan didukung banyak unit kerja, dan ini harus menjadi kekuatan kita," katanya.

Selain itu, Yassierli juga mendorong penerapan pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi.

Menurut dia, pembenahan internal harus berjalan seiring dengan dinamika global, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas layanan publik.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Program BPJS Ketenagakerjaan di Medan Dipertanyakan, Kepling Mengaku Terbebani
Menkes Dorong Penguatan Kerja Sama Kesehatan dengan Tiongkok: AI dan Penanggulangan TB Jadi Prioritas
Polresta Denpasar Hadirkan Layanan SIM Ramah, Permudah Warga dengan Panduan dan Proses Cepat
Sekda Padangsidimpuan Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Ginjal di Hari Ginjal Sedunia 2026: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
BNI Harus Kembalikan Rp 28 Miliar Dana Jemaat Gereja Katolik yang Digelapkan Pegawai: Ini Regulasinya
Satpas SIM Polresta Denpasar Tingkatkan Layanan, Beri Pendampingan Humanis dan Profesional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru