37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti maraknya temuan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang dinilai semakin kompleks dan terorganisir.
Menurut Puan, praktik kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi tersebut tidak lagi sekadar pelanggaran individual, melainkan telah menjadi tantangan serius terhadap integritas sistem pendidikan nasional.
"Ketika ruang seleksi pendidikan mulai dimasuki strategi manipulatif yang disiapkan secara sistematis, persoalan yang muncul bukan sekadar pelanggaran aturan ujian, tetapi tantangan terhadap fondasi etika dalam sistem pendidikan itu sendiri," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).Baca Juga:
Ia menilai, meningkatnya berbagai modus kecurangan seperti sindikat joki, penggunaan alat komunikasi tersembunyi, hingga pemalsuan dokumen menunjukkan adanya tekanan kompetisi pendidikan yang semakin tinggi.
Puan menegaskan, sistem pengawasan dalam pelaksanaan UTBK harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan modus kecurangan yang ada.
"Negara perlu menunjukkan bahwa integritas pendidikan dijaga melalui pembaruan sistem yang terus bergerak mengikuti perkembangan modus, bukan sekadar merespons setelah pelanggaran terjadi," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sistem seleksi nasional tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang berhasil diungkap, tetapi dari kemampuan mencegah terjadinya kecurangan sejak awal.
Selain aspek teknis, Puan menilai kecurangan dalam UTBK juga berkaitan dengan ekosistem pendidikan yang membentuk pola pikir siswa terhadap kompetisi, usaha, dan kejujuran akademik.
"Di sinilah penting bagi negara untuk membaca bahwa kecurangan bukan semata persoalan teknis pengawasan ujian, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana ekosistem pendidikan membentuk persepsi tentang nilai usaha dan kompetisi," katanya.
Puan meminta panitia SNPMB serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjadikan temuan kecurangan sebagai bahan evaluasi menyeluruh dalam desain sistem seleksi ke depan.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat budaya kejujuran sejak dini.
"Jika integritas gagal dijaga sejak awal, maka sistem pendidikan akan menghadapi beban yang lebih besar di tahap berikutnya," ujar Puan.*
(d/dh)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN